Sunday, 20 May 2018

Layani Gadai Batu Mulia, Kanwil Pegadaian Lengkapi Laboratorium

post-top-smn

pegadaian Surabaya, SMN – Guna melayani masyarakat yang akan menggadaikan barang jenis permata atau batu mulia, PT Pegadaian (Persero)  Kantor Wilayah XII Surabaya memperkenalkan prodak pengujian batu adi atau batu mulia yakni Pegadaian Geological Laboratory (Pegadaian G-lab).

Layanan jasa pengecekan batu ini baru pertama kali ada di Surabaya, prodak ini dikembangkan karena potensi pengembangan sangat besar. Bahkan, keberadaan alat penguji batu ini membuat nasabah pegadaian lebih besar.

“Alat pengujian batu mulia (G.Lab) baru ada di Jakarta, dan sekarang di Surabaya. Dengan alat ini segmen pegadaian naik kelas, mereka kelas menegah-atas mulai tertarik untuk memanfaatkan pinjaman di pegadaian,” kata Kepala Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ngadenan, Senin (31/10).

Ia menambahkan, layanan jasa ini berkembang dan memiliki tempat pengujian di Jalan Dinoyo, Surabaya. Saat ini, setiap bulan nasabah yang mengecekkan batu muliannya sekitar 100 orang. Jumlah tersebut diprediksi bakal meningkat, bahkan secara khusus pegadaian mentargetkan jumlah pengujian bulan depan sebesar 200 orang.

Untuk biaya pengecekan, Ngadenan menuturkan biaya yang dibebankan tidak besar, pegadaian menarik uang jasa sekitar Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu. Biaya tersebut tergolong rendah, karena harga batu permata yang dimiliki nasabah bisa mencapai ratusan juta.

“Kalau harga batu permatanya ratusan juta, dengan biaya Rp 60 ribu sampai Rp 200 ribu kan tidak mahal. Mereka bisa mengetahui batunya memiliki nilai rupiah berapa,” jelas dia.

Hakim Setiawan, Deputi Bisnis area Surabaya menambahkan, keuntungan melakukan pengujian batu permata atau batu mulia di pegadaian adalah mendapatkan sertifikat. Selain itu, jasa ini juga merupakan upaya untuk mendukung perdagangan batu adi dengan memberikan edukasi secara berkelanjutan, dan sebagai sumber informasi yang benar tentang batu adi, sehingga industri batu adi semakin berkembang. “Pengujian batu ini akan berkembang pesat, apalagi kita bisa mengeluarkan sertifikat batu adi-nya,” katanya.

Pegadaian akan terus melakukan pengenalan prodak alat pengujian batu mulia, karena Jatim memiliki potensi yang sangat besar. Banyak pemilik batu adi asal Jatim, tetapi mereka masih belum mengetahui apakah batu adi yang dimiliki bernilai rupiah besar atau tidak. Sekarang, lanjut dia, banyak pengusaha yang melakukan pengecekan. Padahal, keberadaan alat ini baru muncul sebulan lalu.

Apalagi, petugas yang melakukan uji batu merupakan petugas profesional dengan kemampuan taksir dan penghtungan sangat baik. “Kelas kita juga akan meningkat. Jika selama ini pegadaian identik kelas menengah ke bawah, nanti akan naik menengah atas dengan keberadaan alat uji ini, karena pemilik batu permata berasal dari kelas menengah atas,” jelas dia.

Jika jumlah meningkat, tidak menutup kemungkinan keberadaan alat uji batu permata akan diperbanyak, bisa ditempatkan di Malang atau kota-kota lain yang memiliki potensi yang tidak kalah dengan Surabaya. (mad/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait