Monday, 22 October 2018

Lantamal V Peringati Hari Nusantara 2016

post-top-smn
Upacara peringatan hari Nusantara 2016 di

Upacara peringatan hari Nusantara 2016 di Lapangan Yos Sudarso Mako Lantamal V Surabaya, Selasa (13/12) kemarin.

Surabaya, SMN – Pangkalan Utama TNI AL V (Lantamal V) memperingati Hari Nusantara 2016 di Lapangan Yos Sudarso Mako Lantamal V Surabaya, Selasa (13/12) kemarin. Tahun ini Hari Nusantara bertemakan Tata Kelola Potensi Maritim Nusantara Yang Baik Menuju Poros Maritim Dunia.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V, Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto dalam kesempatan itu menyerukan prajurit dijajarannya menyimak, mengerti dan memahami isi Deklarasi Djoeanda 13 Desember 1957 yang merupakan tonggak bagi penyatu wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang utuh atau yang dikenal dengan Nusantara.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang juga Ketua harian Dewan Kelautan  Indonesia, Dr (hc) Susi Pudjiastuti dalam amantnya yang dibacakan Danlantamal V mengatakan, bahwa Indonesia adalah negera kepulauan terbesar di dunia, diantara pulau-pulau yang satu dengan yang lainnya tidak terdapat laut Internasional. Sehingga sebagai negara kepulauan maka laut bukan pemisah tetapi pemersatu bangsa.

Dengan deklarasi Djoeanda ini pula, maka prinsip-prinsip wilayah laut negara kepulauan  kemudian diterima, sehingga wilayah laut Indonesia bertambah luas menjadi kurang lebih 5,8 juta km persegi. Tanggal 13 Desember  kemudian ditetapkan sebagai Hari Nusantara oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri melalui Keppres No.126/2001.

Sebagai negara kepulauan yang terbesar di dunia lanjutnya, sebagian besar wilayah Indonesia hampir 75% merupakan laut yang demikian luasnya itu memiliki kandungan potensi yang luar biasa berupa ikan, terumbu karang, rumput laut, hutan bakau bahkan sumber energi yang dapat dibangkitkan dari gelombang pasang surut air laut dan yang lain-lain yang dapat menjadi alternatif bagi sumber daya didaratan yang sudah semakin terbatas.

Momen hari Nusantara, selain bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang jati diri bagsa Indonesia sebagai bangsa Bahari yang hidup dinegara kepulauan bercirikan nusantara, juga dimaksudkan untuk mengubah mindset terhadap ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut, serta meningkatkan pemahaman wawaasan kelautan kepada masyarakat, hal ini tentunya ditujukan untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mampu mengelola potensi sumberdaya alam laut bagi kesejahteraan masyarakat, sebagai visi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Hal ini sesuai dengan pidato Presiden Joko Widodo saat pelantikannya yang menyatakan bahwa kita telah lama memunggungi laut, memunggungi samudera, selat dan teluk. Padahal kita sangat memahami bahwa laut adalah masa depan bangsa,” katanya.

Hadir dalam upacara tersebut, Wakil Komandan Lantamal V Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, Asisten Perencanaan Danlantamal V, Asisten Intelijen Danlantamal V, Asisten Operasi Danlantamal V, Asisten Personel Danlantamal V, Asisten Logistik Danlantamal V, dan para Kadis dan Kasatker dijajaran Lantamal V lainnya. (hjr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait