Sunday, 26 May 2019

Lalui Jalan Makadam, Khofifah Tinjau Budidaya Porang di Nganjuk

post-top-smn

Khofifah Indar Parawangsa saat melihat lahan budidaya porang di Desa Bendoasri, Minggu (10/3).

Nganjuk, suaramedianasional.co.id – Hj. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur kunjungi lahan tanaman porang di LMDH Artomoro dan LMDH Tri Mulyo Desa Bendoasri Kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk, Minggu (10/3).
Kunjungan itu dilakukan usai menghadiri peringatan Harlah Muslimat NU ke-73 di Desa Gempol Kecamatan Rejoso.
Khofifah didampingi Wakil Bupati Nganjuk, Kapolres dan Ka Divre Perhutani Jatim melewati jalan makadam sejauh lebih kurang 10 kilometer menuju Desa Bendoasri.
Ketua LMDH Artomoro, Riyanto menyampaikan bahwa porang dari Nganjuk kualitasnya terbaik  dan mulai banyak ditanam  sejak tahun 1996 di Desa Tritik dan Bendoasri.
Ada sekitar 600 ha lahan penghasil porang yang ditanam 500 anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Porang sendiri merupakan hasil hutan non kayu yang nilai ekonomisnya tinggi. Pangsa pasarnya pun luas hingga luar negeri sebagai bahan kosmetik, obat dan makanan. Namun beberapa tahun terakhir banyak tanaman terserang penyakit, sehingga panen menurun dari 15 ton per hektar kini hanya  bisa 5 ton saja.
Masyarakat Bendoasri biasanya menjual porang dalam bentuk gelondongan karena keterbatasan alat yang mereka miliki. Mereka pun berharap dibantu peralatan rajang dan oven berbahan bakar kayu sehingga harga jualnya bisa lebih meningkat.  “Harga gelondong basah Rp 5 ribu per kilogram sementara bila sudah dirajang kering berbentuk chips bisa meningkat sampai Rp 50 ribu  per kilogram, makanya kami harap ada bantuan alat,” ungkap Riyanto.
Khofifah mengapresiasi semangat anggota LMDH yang sudah dapat meningkatkan ekonomi di dekat hutan tanpa menebang kayunya. Dirinya juga prihatin melihat sarana jalan yang buruk menuju Bendoasri. Khofifah akan berkoordinasi karena status jalan adalah kawasan Perhutani.
Sementara untuk alat rajang dan oven akan segera dibantu serta pihaknya juga akan mencarikan solusi atas penyakit tanaman porang.
“Saya ingin LMDH di Jawa Timur dapat SK Menkumham. Agar ikut menjaga dan memanfaatkan hutan tanpa harus menebang kayunya,” pesannya.
Kepala Desa Bendoasri Dudung Kuswanto, berharap ada perhatian setelah gubernur melihat dan merasakan sendiri akses jalan ke desanya yang masih buruk.
Buruknya akses jalan ini sudah puluhan tahun berlangsung tanpa perhatian pemerintah. Walaupun jalan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju kota kecamatan. Akibatnya warga sering terhambat mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan menjual hasil buminya ke pasar. “Berkat  budidaya porang, ekonomi meningkat, anak-anak kami pun banyak yang kuliah, namun jalanan ke desa kami tetap seperti ini,” keluhnya.
Akibat jalan yang buruk ini, menyulitkan bagi ibu yang akan melahirkan. Tak jarang, bayi lahir sebelum sampai ke rumah sakit atau Puskesmas. (agr)
post-top-smn

Baca berita terkait