Sunday, 25 August 2019

Breaking News

Lagi, 2 Tempat Karaoke di Lumajang Ditutup

post-top-smn

Lumajang, suaramedia.co.id – Lumajang tak mengenal toleransi terhadap tempat-tempat maksiat. Hal ini juga berlaku untuk tempat maksiat yang berkedok sarana hiburan. Setelah beberapa waktu lalu menutup rumah karaoke Vision Vista (V2), Pemkab Lumajang kembali menutup dua tempat karaoke lainnya yakni Enjoy Cafe dan Lamoza. “Ini laporan dari Kadin Satpol PP sudah fix, kedua tempat itu  sudah kita tutup, dan diminta tidak melakukan aktifitas,” ujar Thoriqul Haq, Bupati Lumajang.

Tekad memberantas maksiat  ini dikukuhkan dengan penandatanganan Surat Pernyataan Anti Maksiat, oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), tokoh agama dan tokoh masyarakat, Jumat, (19/10). Kegiatan itu dilakukan dalam istighotsah dan doa bersama dengan tema Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Ridho Ilahi. “Salah satu kepercayaan masyarakat yang harus saya jaga adalah mencegah perbuatan maksiat mendapat tempat di Bumi Lumajang ini,” ujar Cak Thoriq, sapaan akrab Bupati Lumajang.

Sementara itu, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, Basuni, membenarkan penutupan dua tempat karaoke tersebut.  Penutupan Enjoy Café di Jl. Juanda dan Lamoza di Jalan Lintas Timur Lumajang itu, bersifat sementara sampai mereka melengkapi surat-surat yang butuhkan. “Pasalnya, dalam pengecekan kami, izin operasional dua karaoke tersebut tidak lengkap,” ujar Basuni.

Izin yang dimiliki kedua tempat karaoke tersebut adalah IMB, izin HO dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) saja. Belum termasuk izin ke Dinas Pariwisata. Menurut Basuni, jika izinnya sudah lengkap, boleh dibuka lagi dengan mengurus ke Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang. “Silakan dilengkapi dulu dan selama belum lengkap jangan dulu beroperasi,” katanya.

Penutupan tempat maksiat ini juga didukung mayoritas warga Lumajang. Sebagai daerah santri, penerapan nilai-nilai Islam sangat kental. Lumajang juga memiliki Jaringan Masyarakat Anti Maksiat (Jimat) yang siap mendukung ketegasan Pemkab menutup lokasi-lokasi karaoke, lokalisasi, sarana perjudian dan tempat maksiat lainnya. Istighotsah dan doa bersama yang terselenggara di Alun-Alun Jumat lalu, juga gagasan dari Jimat dan menjadi rangkaian peringatan Hari Santri Nasional. Kegiatan tersebut melibatkan santri pondok pesantren, remaja masjid, kelompok pengajian, dan organisasi lainnya. (Tik)

post-top-smn

Baca berita terkait