Monday, 18 February 2019

Kota Semarang Tawarkan Tiga Investasi Unggulan

post-top-smn
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan paparan dalam Business Forum (Sembiz) di PRPP Convention Center, Selasa (17/10/2017).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan paparan dalam Business Forum (Sembiz) di PRPP Convention Center, Selasa (17/10/2017).

Semarang, SMN – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menawarkan tiga investasi unggulan Kota Semarang kepada investor.

Para penanam modal itu hadir dalam Semarang Business Forum (Sembiz) di PRPP Convention Center, Selasa (17/10/2017).

Tiga investasi unggulan itu di sektor industri agrikultur, manufaktur, dan pariwisata.

Kegiatan Sembiz diselenggarakan Pemkot Semarang agar dapat terus menggenjot investasi di kota ini tengah dalam tren kenaikan positif.

Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, menjelaskan tiga sektor itu sesuai fokus pembangunan Kota Semarang.

Targetnya adalah terjadi sinergi antara swasta dan pemerintah.

“Sebanyak 52 persen luas Kota Semarang merupakan lahan hijau berupa sawah, perkebunan, dan hutan. Ini peluang besar bagi pelaku industri agrikultur untuk berinvestasi di Kota Semarang,” kata Hendi.

Menyangkut industri manufaktur, terdapat sembilan kawasan industri dan terminal peti kemas berkapasitas satu juta TEUs.

Fasilitas ini dapat menjadi pertimbangan penting pelaku industri manufaktur untuk berinvetasi di Kota Semarang.

Hendi membeberkan, survei Kementrian Pariwisata mencatatkan Kota Semarang sebagai peringkat ke-5 di Indonesia yang memiliki indeks pariwisata terbaik.

Bisa dilihat hotel dan restoran bertambah banyak.

“Ini merupakan reaksi positif atas meningkat tajamnya kunjungan wisata ke Kota Semarang,” ujarnya.

Dalam paparannya, Hendi memperlihatkan data jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Lunpia pada 2011 sebanyak 2,1 juta per tahun.

Angka ini meningkat tajam dua kali lipat menjadi sekitar 4,6 juta wisatawan pada tahun lalu.

Hendi mengatakan hingga 2011, investasi di Kota Semarang sangat rendah, di bawah Rp 1 triliun.

“Barulah pada 2012, angka investasi meningkat tajam. Pada triwulan ketiga 2017 telah mencapai sekitar Rp 14,5 triliun,” ujarnya.

Dia memastikan aksesibilitas, sarana, dan prasarana telah memadai agar investor tidak rugi berinvestasi.

Aksesibilitas tersebut di antaranya Bandara Internasional Ahmad Yani, Pelabuhan Tanjung Emas, stasiun kereta api, dan terminal bus.

“Ditambah beberapa ruas jalan tol yang digarap pemerintah pusat, akses menuju Semarang bisa semakin cepat. Insyaallah investasi pada 2018/2019 akan mendapatkan keuntungan maksimal paling tidak 10 kali lipat,” ujarnya.(tbn)

post-top-smn

Baca berita terkait