Sunday, 22 July 2018

Kota Bandung Hibahkan 3 Aplikasi ke 28 Kota dan Kabupaten di Indonesia

post-top-smn

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat berbicara di hadapan puluhan kepala daerah di Indonesia dalam kegiatan hibah aplikasi smartcity di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalemkaum, Rabu (1/11/2017).

Bandung,SMN – Pemerintah Kota Bandung menghibahkan tiga aplikasi kepada 28 kota dan kabupaten di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman itu digelar di Pendopo Kota Bandung, Rabu (1/11/2017).

Hadir dalam acara itu Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif serta puluhan kepala daerah.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam sambutannya mengatakan, aplikasi yang dihibahkan antara lain, aplikasi Sabilulungan yang berfungsi memantau aliran dana hibah dan bantuan sosial.

“KPK mengarahkan tiga aplikasi yang dianggap signifikan dalam pencegahan KKN. Pertama, Sabilulungan. Aplikasi ini untuk memonitor dana hibah dan bansos. Kita sering mendengar kasus hibah dan bansos yang berada di ruang abu-abu, kurang transparan, menimbulkan prasangka dan problematika,” ucap Emil, sapaan akrabnya.

“Aplikasi ini bisa dipakai untuk memonitor apakah penerima ini benar alamatnya jelas sehingga tidak terjadi salah objek dari kebaikan program,” tambahnya.

Kemudian, Pemkot Bandung memberikan aplikasi di bidang perizinan bernama ‘Hayu Bandung’ dan aplikasi e-RK (Remunerasi Kinerja Elektronik) untuk memantau tingkat kinerja aparatur negara.

Emil menilai, pertemuan itu menjadi sejarah dalam hal kolaborasi para pimpinan daerah dalam membangun akuntabilitas kinerja perangkat daerah.

“Setiap daerah ada kesamaan problematika dengan keunikan-keunikan lokalitas. Kita hadir di sini untuk mencari percepatan terhadap penyelesaian problematika yang kurang lebih sama. Problematika reformasi birokrasi, transparansi, dan pemberantasan KKN,” kata Emil.

“Bandung juga sama banyak masalah. Tapi kita di sini untuk saling belajar, tidak ada yang lebih pintar,” jelasnya.(kmp)

post-top-smn

Baca berita terkait