Monday, 15 October 2018

Koruptor Hibah Askab PSSI Jember Sempat Jadi DPO, Namun Tidak Ada Penahanan

post-top-smn

Terdakwa Diponegoro (berkacamata, brewok) saat menghadiri sidang perdananya di Pengadilan TIPIKOR Surabaya.

Jember, SMN – Sempat menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, dikarenakan telah mengabaikan panggilan majelis hakim sebanyak dua kali, kini terdakwa kasus penyimpangan dana hibah ASKABB PSSI Jember senilai Rp. 2,3 miliar pada 2014-2015, Diponegoro akhirnya menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Surabaya, Selasa (9/1) malam lalu.

Menurut Kepala Kejari Jember, Ponco Hartanto kepada sejumlah media mengatakan jika terdakwa tidak kooperatif sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Juli 2017 lalu.

“Ya pada akhirnya kami tentukan terdakwa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 16 Agustus 2017,” ungkap Ponco tadi pagi.

Sidang perdana tersebut dimulai pada jam 22:00 WIB dengan durasi tidak lebih dari 30 menit tadi malam itu diisi dengan pembacaan dakwaan sebanyak 14 halaman oleh Jaksa Penuntut Umum, Edy Sudrajat.

Sebenarnya, Kajari Jember, mengininkan ada penahanan terhadap terdakwa, namun itu dikembalikan lagi adalah wewenang dari Majelis Hakim.

“Untuk dilakukan penahanan atau tidak, itu sudah ranah Majelis Hakim, kami berharap selaku penuntut umum terdakwa, agar dilakukan penahanan oleh Majelis Hakim, guna memperlancar jalannya persidangan selanjutnya, tapi kembali lagi kewenangan ada di Majelis Hakim,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Jember, Asih membenarkan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan dakwaan yang secara langsung didengarkan oleh terdakwa, Diponegoro.

Sidang lanjutan akan digelar kembali pada Selasa pekan depan. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait