Sunday, 16 December 2018

Korban Gempa Palu Pilih Mengungsi ke Ngawi

post-top-smn

Purwanto, salah satu korban gempa Palu yang berhasil lari dan tiba di Ngawi Selasa (9/10) sedang didata oleh petugas Dinas Sosial Kabupaten Ngawi.

Ngawi, SMN – Berlari setelah gempa yang memporak-porandakan rumahnya di Desa Dayo Dara, Kecamatan Mantikulore, Palu, tak cukup menenangkan bagi Purwanto, 53 tahun. Dengan segenap sisa kekuatan dan dana yang tersisa, dia nekat melakukan perjalanan pulang kampung ke Ngawi, tepatnya di Kelurahan Pelem. “Rumah sudah hancur, hampir rata dengan tanah, harta pun dijarah, apalagi yang harus saya pertahankan di sana,” ujar Purwanto.

Keputusan untuk pulang ke Ngawi ini juga untuk menghilangkan trauma pasca gempa yang dialami kedua putranya, Muh. Bayuaji Pamungkas dan Muh. Kevin Purnama Putra. Purwanto mengaku sempat tinggal bersama di pengungsian setelah gema melanda palu 29 September lalu. Namun dia kemudian berpikir mengenai masa depan anak-anaknya sehingga memutuskan pulang ke keluarganya di Ngawi.

Kaki anaknya, Bayuaji sempat terperosok saat lari dari reruntuhan gempa dan baru mendapat penanganan kesehatan saat tiba di Surabaya Senin lalu. Dia mengaku pulang dengan ongkos yang dimiliki seadanya, dengan naik pesawat komersil. Dia mengaku sangat bersyukur bisa tiba di Ngawi dan mulai berpikir untuk menata lagi hidupnya serta menyekolahkan lagi kedua anaknya. “Saya sangat bersyukur masih selamat dan tiba di Ngawi ini,” ujar duda dua anak ini.

Sementara itu Dinas Sosial berusaha melakukan pendataan atas kedatangan para pengungsi terdampak gempa di Palu dan Donggala. Saat ini diketahui ada sekitar 14 jiwa yang ada di Ngawi. Maryanto, Kasi Perlindungan dan Bencana Alam Dinsos Ngawi menyatakan, ada 4 KK berada di Desa Jagir Kecamatan Sine, sisanya di Kelurahan Ketanggi Kecamatan Ngawi, Desa Ngompro Kecamatan Pangkur serta di Bangunrejo Lor Kecamatan Kedunggalar. “Totalnya ada 14 jiwa, kami sedang melakukan pendataan serta pendampingan untuk mereka,” katanya.

Mayanto juga menyatakan, pihaknya akan berusaha menyelaraskan penanganan para pengungsi dengan beberapa program yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para pengungsi. Dengan adanya aktifitas ekonomi yang menghasilkan, diharapkan trauma pasca bencana akan dapat diatasi. “Kami masih lakukan assesment terhadap mereka,” ujar Maryanto. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait