Monday, 18 February 2019

Kopi Robusta Ijen Mendunia

post-top-smn
Nur Bunadin menunjukan kopi jenis robusta dari hasil panen kebunnya.

Nur Bunadin menunjukan kopi jenis robusta dari hasil panen kebunnya.

Banyuwangi, SMN – Penikmat dan peminat kopi jenis robusta yang berada di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dari hari – kehari menampakan perkembangan yang sangat pesat, kini sejumlah pengepul memberikan patokan harga yang dinilai relatif terjangkau.

Seperti yang diungkapkan salah satu pemilik lahan perkebunan kopi yang bertempat tinggal di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Nur Bunadin ketika ditemui SMN saat ditemui dikediamannya mengatakan, saat ini ia telah mengumpulkan hasil panenannya jenis kopi robusta.

Menurutnya, mengenai harga kopi dinilai stabil dan peningkatannya relatif sedikit jika dibandikan dengan tahun – tahun sebelumnya. Dari hasil panen kopi yang berada diareal tanah miliknya seluas kuranglebih 3 hektar bisa menghasilkan minimalnya sebanyak 1,2 ton.

“Untuk hasil panenan kopi dilakukan setiap tahun sekali, jika ingin hasil yang maksimal diperlukan perawatan khusus dan pemupukan secara berkala agar supaya hasil panen yang didapat bisa maksimal. Hasil perolehan panen kopi menurun rata – rata disaat musim kopi mengembang curah hujannya tinggi sehingga pertumbuhan biji kopi menjadi berkurang,” Ungkapnya.

Selain itu, tinggi rendahnya dataran sangat mempengaruhi kualitas, kuantitas dan jenis kopi yang ditanam.

“Dulu ada beberapa pekebun kpi mencoba menanam jenis kopi arabica, berhubung dari lokasi dataran areal tanah kebunnya kurang tinggi maka tidak bisa berkembang dengan baik. Yang cocok di areal sekitar Tamansari rata – rata kopi yang tumbuh berkembang jenis robusta dan buria atau biasa umum disebut kopi salse,” Ujarnya.

Perkembangan wisatawan mancanegara “ Wisman” dan Domestik akan wisata gunung ijen sangat berdampak positif bagi pertumbuhan roda perekonomian dan peningkatan pendapatan masyarakat. Karena, di daerah Tamansari banyak bermunculan mini kafe dan restoran yang menyediakan sejumlah minuman hangat kopi asli dari perkebunan dan kopi lokal milik masyarakat.

“Kalau disini setiap hari sajian minuman untuk para tamu yang datang kerumah penduduk pasti disuguhi kopi, sehingga tidak perlu membeli karena mayoritas masyarakat memiliki stock akan persediaan kopi,” Katanya.(Edhi Prasetyo)

post-top-smn

Baca berita terkait