Sunday, 22 July 2018

Komis B DPRD Ponorogo Sidak Mamin

post-top-smn
Ketua Komisi B DPRD Ponorogo Widodo bersama rombongan saat SiDak mamin

Ketua Komisi B DPRD Ponorogo Widodo bersama rombongan saat SiDak mamin

Ponorogo, SMN – Indikasi terkait beredarnya barang kebutuhan yang akan dikonsumsi di hari lebaran yang dapat membahayakan kesehatan konsumen telah terbukti. Pasalanya Komisi B DPRD Ponorogo telah melakukan inspeksi mendadak (SiDak) dan telah menemukan sejumlah makanan tanpa tanggal kadaluarsa kemarin (6/6). Sejumlah makanan produksi rumahan itu diketahui beredar bebas di salah satu swalayan di Kecamatan Slahung. ‘’Awalnya memang ada informasi makanan kadaluarsa. Setelah kami cek ternyata banyak yang tidak menyertakan tanggal,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Ponorogo Widodo, kemarin.

Pihaknya memang tidak menemukan makanan kadaluarsa, kemarin. Namun, banyak makanan yang tanpa menyertakan tanggal kadaluarsa. Kebanyakan makanan kering dan kue. Tak pelak, cukup sulit menentukan makanan tersebut sehat atau sebaliknya. Pemeriksaan hanya dapat dilakukan secara kasat mata. Widodo tak membantah sejumlah makanan itu cukup baik secara fisik. Artinya, masih cukup baru. Namun, itu saja tentu tidak cukup mewakili kondisi makanan. ‘’Langsung kami minta untuk ditarik mundur. Kalau perlu dikembalikan kepada pemasoknya,’’ ujarnya.

Widodo juga mengimbau pemilik toko tidak mudah menerima barang yang tidak lengkap. Mulai tangal kadaluarsa hingga kode produksi dan halal. Widodo menyebut moment lebaran memang banyak produk makanan beredar. Bahkan, kebanyakan produk baru. artinya, tidak pernah terlihat sebelumnya. Permintaan pasar memang meningkat saat lebaran. Moment ini banyak dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan maksimal. Dia berharap masyarakat waspada. ‘’Kecurangan bukan hanya diwilayah perkotaan. Tetapi juga mungkin di kecamatan pinggiran. Makanya kami juga melakukan pemantauan hingga pelosok,’’ terangnya.

Pihaknya mengaku bakal terus melakukan pemantauan. Bukan hanya pasar swalayan. Tetapi juga pasar tradisional. Widodo dkk juga blusukan di Pasar Balong kemarin. Tujuannya sama. Memantau barang kebutuhan lebaran. Menurutnya, belum terjadi pelonjakan harga kebutuhan pokok di pasar Balong. Kendati begitu, dia berharap pemkab tetap menyiapkan solusi alternatif. Salah satunya, dengan operasi pasar (OP). Harapannya, OP dapat langsung efektif begitu terjadi pelonjakan. ‘’Pelonjakan harga moment lebaran bisa cukup drastis dan cepat. Makanya pemkab harus tetap standby,’’ tegasnya. (Wied/Adv/ DPRD)

post-top-smn

Baca berita terkait