Tuesday, 19 June 2018

Kiat Ir. H. Budi Sulistyono, Entaskan Kemiskinan di Ngawi, Tingkatkan Derajat Kesehatan Sejak Dini dan Penambahan Beasiswa Pendidikan

post-top-smn

Bupati Ngawi saat mengunjungi salah satu rumah warga miskin di Ngawi

Ngawi, SMN – Pengentasan kemiskinan selalu menjadi salah satu fokus yang dipikirkan Pemerintah Kabupaten Ngawi di bawah kepemimpinan Ir H Budi Sulistyono. Bupati yang akrab disapa Kanang ini tak memungkiri bahwa warga miskin di wilayah Ngawi masih ada, namun pemerintah selalu berupaya mengurangi dan mengentaskan mereka agar lebih sejahtera. “Masalah-masalah kemiskinan di Ngawi juga kompleks karena selalu terkait dengan kondisi geografis, kesehatan dan pendidikan,” ungkapnya.

Kanang menyatakan, di periode kedua masa kepemimpinannya sebagai bupati, program pro rakyat demi pengentasan kemiskinan terus dilaksanakan. Bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan adalah tiga serangkai yang terjalin bekelindan dalam menyumbang angka kemiskinan. “Ini yang kita uraikan, jadi dalam bidang ekonomi dikembangkan terus adanya produk unggulan tiap desa, peningkatan ekonomi kreatif dan tetap memperhatikan basis masyarakat Ngawi yang agraris,” ungkap Kanang.

Dalam bidang kesehatan, alumnus UGM Jogjakarta ini menyatakan, pemkab melalui Dinas Kesehatan, terus menggalakkan pentingnya kepedulian pada kesehatan sejak dalam rumah tangga dan dilaksanakan sejak masa dini. Pencegahan penyakit, sosialisasi tentang pentingnya hidup bersih dan sehat serta pentingnya generasi sehat bahkan sejak bayi belum dikandung, menjadi beberapa fokus yang dilakukan. “Upaya meminimalisir angka kematian ibu hamil, ibu melahirkan dan kematian pada anak, fokus menghidupkan posyandu dan peningkatan derajat hidup warga, adalah beberapa hal yang harus terus digalakkan,” ujar Bupati Ngawi dua periode ini.

Budi Sulistyono juga membeberkan strategi pengentasan kemiskinan yang dilakukan haruslah terpadu, dalam meningkatkan kesehatan warga misalnya, dia mengajak serta seluruh warga Ngawi untuk lebih peduli pada lingkungannya. “Kami membutuhkan informasi cepat  misalnya ada warga yang memerlukan pertolongan dalam hal kesehatan,” katanya.

Sementara untuk bidang pendidikan, beberapa rangkaian beasiswa diberikan untuk generasi penerus. Kanang menyatakan, dalam satu hal ini, dia tidak akan kompromi dengan prinsipnya bahwa tak selayaknya kemiskinan membuat akses warga dan generasi muda terhadap pendidikan jadi terkendala. “Terutama dalam wajib belajar 12 tahun itu ya kita harus terus galakkan, jangan sampai biaya menjadi kendala,” ungkapnya.

Salah satu yang dilakukannya adalah dengan mengajak serta seluruh pejabat di Ngawi untuk menjadi orangtua asuh bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu dalam hal biaya sekolah mereka. Bahkan Kanang juga sedang mendesain agar anak-anak yang secara geografis jauh dari akses pendidikan, mendapatkan bantuan transportasi. “Kita sudah usulkan ke kementrian dan mungkin tahun depan bisa direalisasikan,” katanya.

Bupati juga menjamin bahwa akses terhadap pendidikan dan  kesehatan ini harus mampu menampung semua warga yang mengalami masalah dalam dua bidang tersebut. Beasiswa pendidikan akan selalu ditambah setiap tahun sementra pra sarana dan pelayanan kesehatan akan terus ditingkatkan. (adv bagian humas setdakab Ngawi)

post-top-smn

Baca berita terkait