Tuesday, 14 August 2018

KEWIRAUSAHAAN YANG BERGERAK DIBIDANG PARIWISATA DAN INDUSTRI KREATIF MENJADI VISI KETUA HIPMI TERPILIH

post-top-smn

LUMAJANG, SMN – Musyawarah Cabang Luar Biasa ( MUSCABLUB), digelar Badan Pengurus Daerah ( BPD), karena adanya kevakuman kepengurusan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lumajang, yang dilaksanakan di Resto Cafe Hotel Aby, jalan Sukarno Hatta, Sukodono, Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (2/8).

Ketua Bidang OKK BPD HIPMI Propinsi Jawa Timur, Amrullah menjelaskan, jika selama beberapa tahun ini tidak ada kaderisasi di tingkat kepengurusan HIPMI di Kabupaten Lumajang, maka harus dilakukan kaderisasi malalui MUSCABLUB

“Forum Muscablub Kabupaten Lumajang ini untuk menghidupkan perekonomian di Kabupaten Lumajang, apalagi dengan dikeluarkannya surat dari BPD, untuk menunjuk carateker, yaitu saudara Alan,” jelas Amrul kepada sejumlah media.

Menurutnya, ini adalah sebuah langkah awal , untuk mewujudkan niat baik dalam membangun program-program perjalanan organisasi, agar dapat bermanfaat bagi Lumajang.

Amrul juga menyampaikan permohonan maaf, karena BPD Propinsi Jawa Timur tidak bisa menghadiri acara tersebut, dikarenakan ada tugas keluar negeri bersama BPP, padahal sebelumnya BPD berkeinginan untuk menghadiri Muscablub tersebut.

Disisi lain, Ketua Careteker Muscablub Kabupaten Lumajang, Achmad Dahlan Al Muchlis mengatakan, jika para pengusaha yang bermakna adalah kader-kader HIPMI, yang mana tidak saja diharapkan menjadi pengusaha nasional yang tangguh, tetapi juga menjadi pengusaha yang berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian terhadap tuntutan nurani rakyat.

Menurut Alan, Visi dan Misi HIPMI adalah, untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia umumnya, dan khususnya Kabupaten Lumajang.

Masih menurut Alan, HIPMI telah membulatkan tekad untuk menumbuhkan klaster pengusaha menengah baru yang bernilai tambah, bersinergi dan bermartabat. Klaster pengusaha menengah baru ini adalah sebuah klaster yang berisi pengusaha-pengusaha yang memiliki kemampuan value creation, inovatif, profesional, fokus dan memegang nilai-nilai normatif dalam menjalankan usahanya.

“Klaster ini akan dilahirkan dari proses tempaan HIPMI, sehingga bisa menjadi pengusaha yang matang dan tangguh, pengusaha yang naik kelas, dari pengusaha kecil menjadi menengah dan dari pengusaha lokal menjadi nasional,” beber Alan.

Selanjutnya Alan menjelaskan, pada dasarnya, tugas dari HIPMI adalah menumbuhkan jiwa dan minat generasi muda, serta membantu suport setiap kalangan yang ingin menjadi pengusaha (wirausaha).

“HIPMI membuka pandangan kepada para mahasiswa, agar tidak terfokus harus menjadi profesional, dengan bersaing dalam memperebutkan peluang usaha, tapi bagaimana cara mengelola usaha tersebut secara bersama sama,” pungkasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait