Friday, 20 July 2018

Ketua AMPI Sumut Muhammad Faisal Jafar SE : Jangan Picu Konflik Hadapi Pilkada Serentak 2018

post-top-smn
Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (AMPI Sumut), Muhammad Faisal Jafar SE

Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (AMPI Sumut), Muhammad Faisal Jafar SE

Medan, SMN – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang juga digelar di Sumatera Utara (Sumut), masyarakat memberikan suara dengan sebaik mungkin. Disamping kita sama-sama masyarakat Sumatera Utara saling menjaga proses pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018, khususnya Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu), berlangsung damai dan demokratis, tanpa sentimen suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia Provinsi Sumatera Utara (AMPI Sumut), Muhammad Faisal Jafar SE saat dikonfirmasi Suara Media Nasional di Kantor DPD AMPI Sumut Jalan Palang Merah, Medan, Minggu (27/8) lalu.

Wakil Rakyat Dapil II Kota Medan ini mengatakan, sudah menjadi kewajaran bagi masyarakat untuk mendukung pasangan calon tertentu. Apalagi yang namanya pesta demokrasi untuk menentukan siapa calon pemimpin yang amanah nantinya. Saat ini dinamika politik di Sumut belum terlihat potensi mengarah ke konflik. Namun, kewaspadaan bersama perlu terus mendapatkan perhatian, karena bukan tidak mungkin polarisasi kekuatan berdasarkan isue murahan akan muncul yang mambuat kepentingan bersama membangun Sumatera Utara (Sumut) bisa terganggu. “Pada prinsipnya pilkada di Sumatera Utara sama seperti di daerah-daerah lain. Tapi uniknya hampir di semua kabupaten di Sumut yang memiliki 14 juta penduduk dapat dikatakan masih pragmatis.

“Gesekan tentu pasti ada, apalagi kalau di pilkada nanti yang muncul head to head dengan calon berlatar belakang perbedaan tertentu. Sekarang sudah ada wacana di masyarakat head to head, ini harus diantisipasi. Politik identitas masih kental. Makannya perlu konsep yang jelas agar hal-hal yang mengganggu pelaksanaan pilkada bisa diantisipasi,” imbuh Faisal.

Selain itu Faisal menyerukan Pilgub 2018 mendatang bebas dari politik uang.Namun masih kuatnya pragmatisme, kondisi mayoritas masyarakat menengah ke bawah.Termasuk demografi Sumut yang luas dan sulit ditempuh dengan cepat membuat tugas menjaga Pilgub bebas money politics lumayan berat. “Ini tugas berat. Sekarang bagaimana kejelian penyelenggara pemilu, KPUD dan Bawasluda, mengantisipasi masalah ini. Tentu saja dengan melibatkan partisipasi masyarakat,” demikian M Faisal Jafar. (Awan Sitijah)

post-top-smn

Baca berita terkait