Sunday, 20 May 2018

Keterwakilan Perempuan di Legislatif Trendnya Menurun

post-top-smn
Anick Maslahah (nomer 2 dari kanan) ketika memberi keterangan pers pasca terpilihnya jadi ketua PB Jatim

Anick Maslahah (nomer 2 dari kanan) ketika memberi keterangan pers pasca terpilihnya jadi ketua PB Jatim

Surabaya, SMN – Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, nampaknya cukup memprihatinkan karena ada kecenderungan trendnya menurun dari pemilu ke pemilu. Karena itu Perempuan Bangsa (PB) mendesak kepada pemerintah dan parpol supaya lebih memberdayakan kaum perempuan melalui keberpihakan yang lebih kongkret.

“Dari pemilu ke pemilu keterwakilan perempuan di parlemen cenderung menurun. Bahkan dibanding negara Timor Leste maupun Ruwanda, Indonesia masih kalah jauh padahal dari segi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih maju dibanding kedua negara tersebut,” ujar Luluk Nur Hamidah, selaku koordinator DPP Perempuan Bangsa saat ditemui di Surabaya, Senin.

Berdasarkan data, ia mencontohkan keterwakilan perempuan di DPR RI dari FPKB, baru mencapai 26,7 persen atau hanya 11 orang dari 47 anggota FPKB DPR RI. Sedangkan di DPRD Jatim prosentasenya lebih baik mencapai 40 persen karena dari 20 kursi yang diperoleh PKB, 8 diantara merupakan perempuan.

“Namun di tingkat kabupaten/kota justru lebih buruk, karena dari 277 kursi yang dimiliki PKB hanya 35 orang yang berasal dari perempuan atau hanya mencapai 12,6 persen,” ungkap Luluk.

Ia berharap RUU Pemilu yang tengah dibahas di DPR RI lebih mengakomodir keterwakilan perempuan di legislatif. Misalnya, 30 persen keterwakilan perempuan bukan hanya masuk dalam daftar caleg parpol tetapi juga mencantumkan minimal 30 persen caleg perempuan masuk nomor urut 1 dari jumlah dapil yang ada. “Dengan begitu tingkat keterpilihan caleg  perempuan juga akan terdongkrak,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Senada, Ketua PB Jatim terpilih, Hj Anik Maslachah menambahkan, bahwa pada Pileg 2019 mendatang Fraksi PKB Jatim menargetkan keterwakilan perempuan di DPRD Jatim naik menjadi 50 persen. Sedangkan untuk DPRD Kabupaten/Kota juga keterwakilan perempuan juga bisa meningkat menjadi 30 persen. “Kalau target 30 kursi DPRD Jatim pada Pileg 2019, berarti 15 diantara akan diisi caleg perempuan,” harap Anik yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim ini.

Untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di legislatif, PB Jatim juga sudah memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat ranting (desa/kelurahan). Selain itu, kata Anik pihaknya juga akan memberikan advokasi terhadap keluarga marginal khususnya untuk perempuan dan anak-anak. Meningkatkan derajat pendidikan dan kesehatan perempuan serta meningkatkan derajat ekonomi perempuan melalui majelis taklim, kopwan dan UMKM.

“Kami juga mendorong kader PB di tingkat desa untuk lebih pro aktif mengusulkan dan merekomendasi program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui alokasi dana desa dengan cara masuk menjadi anggota BPD atau menjadi kepala desa,” ungkap politisi asal Sidoarjo ini. (pca)

 

post-top-smn

Baca berita terkait