Saturday, 23 March 2019

Kerja Nyata untuk Kemajuan Bangsa sebagai Wujud Pengamalan Pancasila

post-top-smn

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2016

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, saat menjadi inspektur upacara pada hari Peringatan Kesaktian Pancasila tahun 2016

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, saat menjadi inspektur upacara pada hari Peringatan Kesaktian
Pancasila tahun 2016

 

Kab Mojokerto, SMN – Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, menjadi inspektur upacara pada hari Peringatan Kesaktian Pancasila tahun 2016 dengan tema “Kerja Nyata untuk Kemajuan Bangsa Sebagai Wujud Pengamalan Pancasila, yang digelar di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Sabtu (1/10) pagi kemarin.

Bertindak sebagai komandan upacara, Kapten Inf Suprianto yang juga Danramil Kemlagi, Suharsono selaku Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto bertindak sebagai perwira upacara, Gresalma Farrosa siswi MAN Mojosari sebagai pembaca naskah pembukaan UUD ’45, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi yang didaulat sebagai pembaca ikrar peringatan Hari Kesaktian Pancasila, dan disempurnakan regu Korsik dari Ajenrem 082 Citra Panca Yudha Jaya.

Turut hadir istri bupati sekaligus Ketua TP-PKK Kabupaten Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi didampingi istri, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito didampingi istri, Kapolres Mojokerto, AKBP Boro Windu Danandito, Dandim 0815, Letkol Czi Budi Pamudji, SKPD, unsur Forkopimda dan beberapa pejabat penting lainnya.

Sejarah hari kesaktian pancasila sendiri bermula dari sebuah tragedi kelam yang pernah terjadi pada Indonesia. Tragedi tersebut merupakan insiden penculikan dan pembunuhan 6 jenderal, yang menurut sejarah versi orde baru merupakan sebuah usaha pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Lepas dari fakta kontroversial yang terungkap pasca runtuhnya orde baru, peristiwa tersebut menimbulkan kekacauan serta teror ketakutan dimana-mana, terutama yang menyebar diantara para anggota PKI yang diburu oleh pemerintah. Untuk mengenang persitiwa tersebut maka Orde Baru menetapkan tanggal 30 September sebagai peringatan Gerakan 30 September (G30S). Sementara tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai peringatan Hari Kesaktian Pancasila, sebagai pengingat bahwa bangsa Indonesia pernah berjuang dan berhasil selamat dari usaha pemberontakan yang dilakukan pada 30 September 1965.(hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait