Sunday, 21 April 2019

Kerajinan Gerabah Precet

post-top-smn
Kerajinan gerabah

Kerajinan gerabah dari Desa Precet

Blitar, SMN – Bagi warga sekitar Kademangan tidak asing lagi dengan Desa Precet. Ketika mendengar kata Precet langsung berasumsi pada sentra kerajinan gerabah dari tanah liat (lempung). Di desa inilah sebagian warga menggeluti kerajinan dari tanah liat. Mereka tiap hari bergumul dengan tanah liat, Bukan berarti warga Desa Precet berprofesi hanya membuat cobek, kendi, kendil, dan gentong seperti yang Anda bayangkan. Mereka sekarang lebih kreatif, tanah liat yang dianggap benda tak berguna bisa disulap menjadi pajangan yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi, begitu masuk Desa Precet Anda sudah dapat melihat rumah di kanan dan kiri jalan membuat kerajinan dari tanah liat. Anda bisa memilih sentra kerajinan gerabah yang besar.

Mustofa selaku perajin gerabah mengatakan Di sentra kerajinan gerabah ini Anda dapat membeli aneka pot, tempat pensil, kendi, cobek, dan lain-lain. Mata Anda akan sibuk mengamati, melirik, dan mengamati hasil kerajinan yang dipajang di sana. Semua tampak indah. Ingin memborong pot bunga yang unik-unik dan menarik. Di sana juga ada guci yang bagus Kualitas ekspor harga lokal. Selain mencuci mata dengan pajangan kreasi perajin, Anda juga bisa belajar membuat sendiri, Pemilik kerajinan dengan senang hati akan menerima Anda dan akan mengajari proses pembuatan mulai dari pemilihan bahan, jenis-jenis produksi, cara pembentukan, menghias, menghaluskan, mengopen, sampai mewarnai.

Apabila sentra industri gerabah ini dikembangkan menjadi wisata edukasi akan banyak manfaat yang diperoleh. Bagi pelajar berkunjung ke sentra gerabah ini akan menambah pengetahuan, pengalaman, dan menanamkan karakter yang positif, Dalam hal ini pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan perajin untuk menjadikan Precet sebagai wisata edukasi. Wisata edukasi ini sebagai tujuan utama namun tidak menutup kemungkinan untuk rekreasi. Disamping wisatawan bisa belajar juga bisa membeli sovenir di Precet. Kerjasama antara perajin dan pemerintah daerah akan saling menguntungkan. Bagi perajin akan mendongkrak nama desanya, memperluas pemasaran produk, dan meningkatkan penghasilan. Bagi pemerintah daerah akan menambah income pendapatan daerah.(mam/adv)

post-top-smn

Baca berita terkait