Tuesday, 23 April 2019

Kenali Dulu JKN, Baru Bisa Rasakan Manfaatnya

post-top-smn

wanita paruh baya yang sudah menginjak kepala tujuh ini telah sejak lama menjadi peserta asuransi kesehatan dari sejak menjadi pegawai negeri 40 tahun silam.

Jember, suaramedianasional.co.id –  Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah salah satu program unggulan pemerintah yang sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan khususnya peserta JKN-KIS.

Hal ini disampaukan oleh Kepala kantor BPJS Kesehatan Cabang Jember, Tanya Rahayu, bahwa salah satunya dirasakan oleh Rubiah, wanita paruh baya yang sudah menginjak kepala tujuh ini telah sejak lama menjadi peserta asuransi kesehatan dari sejak menjadi pegawai negeri 40 tahun silam.

“Dari keterengan yang kami peroleh, bahwa sebelum dikelola BPJS Kesehatan, Rubiah ini sudah menjadi peserta sebelum menjadi Askes. Dan Rubiah selama itu belum pernah menggunakan fasilitasnya,” katanya setelah mengunjungi Rubiah.

“Dari awal jadi pegawai sudah dipotong gaji untuk asuransi kesehatan, alhamdulilah selama itu belum pernah pakai. Nah waktu sudah dipindah di BPJS Kesehatan saya baru menggunakan fasilitas ini ketika usia lansia sekarang,“ cerita Rubiah saat ditemui awak media bersama Tim BPJS Kesehatan di kediamannya di Desa Silo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, tadi.

Rubiah menceritakan, karena sebelumnya belum pernah memanfaatkan fasilitas asuransi kesehatan pada saat menggunakan JKN agak kesulitan karena belum tahun betul informasi cara menggunakannya.

Awal kali menggunakan pada 4 tahun silam, Rubiah mengalami gangguan kesehatan karena faktor usia, dan datang langsung ke rumah sakit ke poli penyakit dalam dengan menggunakan status pasien umum.

Menjadi pasien umum untuk beberapa kali kunjungan, dan suatu ketika Rubiah mengalami cedera di kepala karena jatuh dan harus menjalani rawat inap. Pihak rumah sakit menanyakan apakah Rubiah memiliki kartu Askes atau BPJS Kesehatan waktu itu, dan Rubiah baru menyadari kalau Askes itu bisa digunakan.

Dari sinilah Rubiah mengenal dan mulai memahami prosedur memanfaat kepesertaanya Program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Ya baru tahu waktu tiba-tiba harus rawat inap di rumah sakit, ditanyain punya askes. Sejak saat itu saya mulai memahami dan belajar mengenai prosedur memanfaatkan layanan jaminan kesehatan,” ungkap Rubiah.

Rubiah memaparkan bahwa prosedur untuk memperoleh manfaat program JKN ini adalah dengan rujukan berjenjang. Saat kondisi tidak emergency maka peserta diharapkan dapat terlebih dahulu datang ke puskesmas atau dokter keluarga atau klinik terdaftar untuk pemeriksaan awal. Jika ada indikasi memerlukan penanganan spesialis maka akan dirujuk ke rumah sakit.

“Intinya harus kenal dulu, baru bisa memanfaatkan. Sebelum saya tahu, saya selalu pakai pasien umum, tetapi ketika sudah kenal dan paham saya makin merasakan manfaatnya. Jadi sayang kalau gak digunakan. Tinggal keluarkan kartu ikuti prosedur ya beres,” ujar Rubiah yang merupakan pensiunan guru SD ini.

Dengan gaya bicara yang edukatif dan semangat, Rubiah menjelaskan manfaat program JKN sudah dirasakan juga oleh anak-anak dan cucu-cucunya. Rubiah juga menjelaskan bahwa iuran yang dahulu terkumpul dipotong dari gaji / upahnya bekerja selama bekerja menjadi pegawai negeri itu, meskipun tidak digunakan namun juga bermanfaat bagi peserta JKN-KIS yang lain.

Rubiah yang juga merupakan kader lansia di wilayahnya, sering merekomendasikan manfaat JKN kepada warganya, terutama jika warga yang tidak mampu untuk diusulkan menerima KIS dari PBI.

“Kan saya denger juga, kalau yang gak mampu bisa terima KIS dari pemerintah, ya saya minta kepada kepala desa untuk mengusulkan warga-warga sekitar untuk didaftarkan menjadi peserta PBI kalau gak salah,“ pungkasnya. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait