Tuesday, 23 October 2018

Kementerian Kominfo Bersama Dewan Pers Akan Blokir Portal Berita Liar

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, SMN – Untuk menjaga misi media sebagai pilar keempat demokrasi dan menjaga kinerja wartawan Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memblokir portal liar yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Pers dan aturan berlaku.

“Nanti ada gerakan bersama Dewan Pers, semua website yang mengaku portal berita tapi tidak ada nama perusahaannya, struktur perusahaannya, badan hukumnya, alamatnya sesuai UU Pers, ga usah lama-lama kami blokir,” kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel A Pangerapan, Rabu (4/1).

Ia mengatakan, hal ini penting agar tetap dapat menjaga marwah media dari aksi-aksi pembajakan berita yang kemudian dibumbui dan ditambah-tambahi menjadi sebuah berita tidak benar (hoax), ataupun juga menyebarkan berita bohong yang tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Menurut dia, membahayakan bila masyarakat mempercayai berita bohong dibandingkan berita-berita yang dihasilkan oleh para jurnalis yang bertindak sesuai dengan kode etik. “Bisa ‘chaos’ (kekacauan),” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya kini tengah menyiapkan tim untuk mencari portal-portal berita liar tersebut. Dari dewan pers, ia mengatakan mendapatkan data sekitar 40 ribu portal berita.

Untuk itu, menurut dia, bagi mereka yang ingin menjadi portal berita maka dapat segera mengurus berbagai persayaratan seperti layaknya perusahaan media lainnya.”Sekarang ini kan mudah untuk mengurus perizinan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya dan Dewan Pers akan meluncurkan hal itu untuk sosialisasi. “Ya mungkin satu, dua bulan,” katanya.

Kementerian Kominfo akhir Desember 2016 memblokir 11 situs yaitu voa-islam.com, nahimunkar.com, kiblat.net, bisyarah.com, dakwahtangerang.com, islampos.com, suaranews.com, izzamedia.com, gensyiah.com, muqawamah.com dan abuzubair.net.

Sammy mengatakan, dalam pertemuan tersebut empat mengajukan surat meminta normalisasi dan satu menyatakan keberatan. Pemblokiran tersebut dilakukan karena dinilai memuat konten negatif. (mad/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait