Saturday, 23 March 2019

Kementerian ESDM Resmikan dan Serahkan Bantuan Sumur Bor Di Kota Probolinggo

post-top-smn

Asisten Achmad Sudiyanto, bersama Pudji Untoro, serta para pejabat lainnya dalam kegiatan penyerahan sumur bor .

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI memberikan bantuan sumur bor air bersih yang berkapasitas 2 liter per detik yang bertempat di pondok pesantren Riyadlus Sollihin Kota Probolinggo.

Secara fisik sumur bor air bersih ini berkedalaman 125 meter, debit 2 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diameter 6 inch, dengan pompa selam 3 PK, genset kapasitas 10 kVA, penampungan 5000 liter debit air rata-rata 2 liter/detik. Sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai 2800 jiwa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, Anggota Unsur Pemangku Kepentingan (AUPK) Dewan Energi Nasional Pudji Untoro, Kasubid Inventarisasi dan Konservasi Air Tanah Badan Geologi Kementerian ESDM Idham Effendi dan Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur M.Soleh.

Walikota yang diwakili oleh Asisten Achmad Sudiyanto mengatakan sangat berterimakasih pada Kementerian ESDM yang peduli pada masyarakat, khususnya di Ponpes Riyadlus Sholihin. Bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, tidak hanya di lingkungan pondok tetapi juga masyarakat disekitarnya, “Kami berharap kedepan, pembangunan di Kota Probolinggo akan semakin semarak searah dengan program yang dicanangkan oleh kepemimpinan berikutnya. Pasalnya, sudah banyak inovasi yang dicanangkan dalam pembangunan kota ini ke depannya dan mudah-mudahan Kementerian ESDM dapat meningkatkan bantuannya, tidak hanya di Kecamatan Kademangan saja. Ada empat Kecamatan yang belum. Saya harapkan ada tambahan bantuan sumur bor sehingga membantu masyarakat Kota Probolinggo mendapatkan air bersih yang kualitasnya baik,” harapnya.

Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, M Soleh dalam sambutannya mengatakan Tahun 2018 Jawa Timur mendapat bantuan di 78 lokasi, tahun 2019 bakal bertambah 114 lokasi di seluruh Jawa Timur termasuk Probolinggo masuk didalamnya. “Insyaallah tahun ini dapat tambahan bantuan. Kalau sekarang satu tahun ini bisa dapat dua. Nanti saya yang bagian nagih ke Kementerian, insyaallah tahun ini Kota Probolinggo bisa dapat lagi,” terangnya
Anggota Unsur Pemangku Kepentingan (AUPK) Dewan Energi Nasional (DEN) Pudji Untoro , dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pesan Menteri ESDM Ignasius Jonan, bahwa anggaran Kementerian ESDM diberikan betul-betul untuk kesejahterran masyarakat. Salah satu contohnya, bantuan sumur bor air bersih di Indonesia.

Badan Geologi Kementerian ESDM yang mengurus soal air tanah, pelayanan pada masyarakat menyediakan air bersih terutama di daerah yang sulit. Karena air merupakan kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan masyarakat, air yang berkualitas buruk jika dikonsumsi akan menganggu metabolisme tubuh. “Bantuan sumur Bor ini adalah salah satu program yang harus kita teruskan, disebarluaskan, jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sampai tahun 2018 Badan Geologi sudah membuat 2290 unit sumur bor tersebar di seluruh Indonesia,” katanya
Pudji Untoro juga menjelaskan bahwa ada 2290 unit sumur bor berkapasitas 144,44 meter kubik per tahun itu telah mencukupi kebutuhan air 6,6 jiwa penduduk di 33 provinsi di 313 kota/kabupaten di Indonesia. Termasuk di Kota Probolinggo, dua sumur di Kabupaten Bondowoso, tepatnya di Desa Ramban Kulon dan Desa Grujukan, Kecamatan Cerme. “Tahun depan insyaallah makin banyak. Semoga program ini tetap konsisten. Konsern Pak Menteri, di tahun 2019 pesantren akan dapat banyak bantuan sumur bor. Karena Pak Menteri tahu betul kalau pesantren butuh air, pagi-pagi berebut air nanti yang terakhir bisa kebagian air. Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi dengan mitra kerjanya, yaitu Komisi VII DPR RI untuk terus menambah anggaran agar selesai masalah air di Indonesia,” jelasnya.

Pudji Untoro juga berharap kepada masyarakat atas kerjasama selama proyek sumur dibangun. “Yang penting lagi setelah jadi jangan disia-siakan fungsinya. Paling tidak, adik-adik kalau menggunakan air ada kabel yang terbuka segera diperbaiki, jika terjadi konsleting listrik pompanya yang rusak. Perawatan keberlangsungan pompa kami serahkan betuk pada ponpes Riyadlus Sholihin bisa panjang, bisa awet dan berkelanjutan sampai puluhan tahun ke depan,” harapnya.

Secara simbolis pengguntingan pita oleh Asisten Ahmad Sudiyanto dan AUPK DEN Pudji Untoro didampingi Ketua Perkumpulan Ponpes Riyadlus Sholihin dan dilanjutkan peninjauan bersama.

Dikesempatan lain Kasubid Inventarisasi dan Konservasi Air Tanah Badan Geologi Kementerian ESDM Idham Effendi menambahkan, perencanaan tentang jumlah bantuan sumur bor air bersih sudah ada tapi belum final. Jika sudah final daerah akan dilaunching ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah penerima bantuan.

Lebih lanjut Idham, membenarkan jika Provinsi Jawa Timur akan mendapat bantuan dalam jumlah lebih banyak dibanding tahun 2018. “Kemungkinan akan bertambah dan akan disebar ke seluruh kota dan kabupaten, Kota Probolinggo bisa saja dapat bantuan lagi,” jelasnya. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait