Saturday, 24 August 2019

Breaking News

Keluarga Korban Minta Kasus Pemandian Daun Paris Diusut Tuntas

post-top-smn

 

Jenazah Kerin Julanaita Br Bangun, menjelang dimakamkan Senin sore (3/12)

Karo, suaramedianasional.co.id – Air mata tak henti mengalir di pipi Tuti Br Sembiring, di depan jenazah putrinya Kerin Julanaita Br Bangun. Gadis yang baru berusia 22 tahun dan tengah menikmati indahnya masa kuliah di Universitas Prima (Unpri) Medan itu sudah terbujur kaku dalam peti jenazah. Kerin turut menjadi korban meninggal akibat runtuhnya tembok penahan tanah di lokasi pemandian Daun Paris, Desa Semangat Kecamatan Merdeka, 2 Desember lalu.

Sanak saudara dan kerabat Kerin yang datang ke rumah duka, Jambur, Tuah Lopati, Kabanjahe pun larut dalam kesedihan. Putri dari pasangan Restro Bangun dan Tuti Sembiring ini dikenal sebagai gadis cerdas yang santun dan ceria. Keluarganya pun tak mengira, kepergian Kerin ke pemandian air panas Daun Paris, merupakan pertemuan mereka yang terakhir. “Kami tidak mendapatkan firasat apapun, taka da tanda-tanda,” ujar Nala Bangun, kakak mendiang Kerin.

Runtuhnya tanggul penahan tanah di lokasi pemandian Daun Paris itu sendiri menewaskan 7 mahasiswi Unpri Medan dan melukai beberapa orang lainnya. Peristiwa itu terjadi saat para mahasiswa melakukan acara malam keakraban (Makrab) di lokasi tersebut.

Nala Bangun sebagai kakak korban, juga keluarga besarnya meminta agar pihak berwenang mengusut tuntas kasus runtuhnya tembok yang akhirnya menimpa mahasiswi-mahasiswi yang menginap di salah satu pondok di daerah wisata tersebut. Hal ini juga menyangkut dugaan kelalaian berbagai pihak dalam mengurusi izin-izin pendirian pondok penginapan yang berujung membahayakan penyewa. “Kami dari keluarga korban, meminta penegak hukum untuk melakukan pengusutan secara tuntas atas kejadian ini,” kata Nala Bangun.

Salah satu adik kelas Kerin Julanaita bernama Winanda semasa bersekolah di SMAN I Kabanjahe, sosok Kerin merupakan sosok yang ramah dan baik pada kawan-kawannya. Kerin juga dikenal aktif, pandai bergaul dan pintar di sekolah. Bahkan semasa masih bersekolah Kerin termasuk berprestasi, terbukti dari terpilihnya dia sebagai salah satu anggota Paskibraka sekolah dan juga siswi terbaik di kelas unggulan.

Pemakaman Kerin Julanaita, dilakukan Senin sore (3/12) di Desa Tanjung, Kecamatan Kutabuluh. Diiringi isak tangis dari para kerabat dan saudaranya, Kerin dimakamkan dengan memakai upacara adat Karo. (ius)

post-top-smn

Baca berita terkait