Friday, 20 July 2018

Kekecewaan Kacabdindik Pada PLN Saat UNBK Berlangsung

post-top-smn

Lumajang, SMN – Saat pelaksanaan UNBK SMA/SMK pada Senin (9/4) ,Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Propinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Kabupaten Lumajang, Drs H Sugiono Eksantoso MM, merasa sangat kecewa kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Lumajang, karena melakukan   perbaikan pada saat yang tidak tepat.

Hal tersebut sangat disayangkan oleh Sugiono. Karena sudah ada komitmen dan MoU dari daerah sampai ke pusat, bahwa jelang ujian nasional (UN) tidak akan ada persoalan yang menghambat proses UN tersebut.

“Kalau begini kan sangat merugikan pihak kami. Seharusnya perbaikan tidak dilakukan pada hari efektif atau pas ada UN. Akhirnya saya terpaksa instruksikan kepada semua lembaga agar wajib menyiapkan genset,” kata Sugiono saat ditemui sejumlah media diruang kerjanya.

Menurut Sugiono, informasi dari PLN area Lumajang, bahwa ada kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Paiton, Kabupaten Probolinggo. Sehingga pasokan listrik berkurang. Dan untuk melayani kelistrikan tetap menyala, maka dilakukan pemadaman bergilir di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.

Masih menurut Sugiono, berdasarkan informasi yang di dapatkan dari pihak PLN area Lumajang melalui pesan WA, bahwa pemadaman tersebut terbagi dalam 3 tahap, yaitu tahap 1, 2 dan 3,  dengan waktu bergilir 2 jam dengan hari yang tidak bisa ditentukan, karena dalam proses perbaikan PLTU.

“jelas ada pengaruhnya, dalam pemadaman ini, seperti penurunan voltase. Genset sudah disiapkan  di masing masing sekolah, walaupun harus menyewa dengan harga yang mahal, dipakai atau tidak tetep harus dibayar ,” keluhnya lagi.

Lebih lanjut diungkapkan Sugiono, hal yang menjengkelkan,  pada saat UNBK SMA/SMK, tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak PLN kalau mau ada pemadaman bergilir.

“Ada penurunan voltase di sejumlah sekolah. Dan banyak lembaga yang gagal login, juga banyak yang logout. Kami sangat kecewa atas kejadian sebelumnya dan saat ini,” ujar pria asal Situbondo ini.

Sugiono juga menegaskan bahwa salah satu contoh SMK gagal login, terjadi di SMK Mulia Tempeh dan SMK Rowokangkung.

“Dua kali terjadi kejadian yang merugikan, dan sangat menghambat proses ujian,” ujarnya lagi.

Sementara itu, dari pantauan Sugiono bersama Plt Bupati Lumajang dr Buntaran, ditemukan ada salah satu siswa di SMAN 3 Lumajang yang lebih dari 20 menit belum datang ke sekolah  karena pulang ke rumahnya untuk mengambil nomor ujian.

“Siswa tersebut merasa takut kepada pengawas ujian karena tidak membawa nomor ujian. Dan siswa tersebut rumahnya di Kunir,” tambahnya.

Sugiono berharap kepada semua pengawas dan pihak sekolah agar siswa meninggalkan nomor ujian di sekolah saja, tidak usah di bawa pulang, karena sangat beresiko tinggi.

“Dalam mengawasi UNBK, pengawas juga jangan seperti anggota Kodim. Semua itu anak didik kita, jangan sok militer. Iya kalau rumahnya dekat, kalau jauh seperti di Kunir mereka pasti ngebut, bahaya di jalan loh,” imbuhnya lagi.

Di Kabupaten Lumajang ini, ada sekitar 10 persen dari jumlah keseluruhan lembaga yang bergabung dengan SMA atau SMK yang lainnya saat ujian kali ini. Hal tersebut dikarenakan yang mengikuti ujian cuma sedikit.

“Seperti SMA Trisula dari Kecamatan Tempursari, saat ini bergabung ke SMA Muhammadiyah Lumajang. Alhamdulillah mereka itu bisa mengikuti ujian dengan gratis dan masih mendapat jatah makan, dan itu patut ditiru oleh lembaga pendidikan yang ada Kabupaten Lumajang,” pungkas Sugiono.

Sementara itu, Manager PLN area Lumajang, Agus Ujianto saat ditanya awak media hanya menjawab pertanyaan media dengan “Alhamdulillah aman”. Dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini.(Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait