Thursday, 16 August 2018

Kejurkab Cabor Panahan Digelar di GOR Wira Bhakti

post-top-smn

atlit panahan sedang berlatih

Lumajang, SMN – Kejuaraan tahunan yang wajib digelar oleh tiap-tiap Cabor adalah KEJURKAB,  kali ini tiba giliran Cabor panahan. Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Panahan Lumajang kembali digelar, yang mana kali ini merupakan gelaran kali kedua, setelah di tahun sebelumnya sukses terselenggara.

Kejurkab 2018 digelar selama dua hari,  yaitu pada 27-28 Juli 2018, di Lapangan GOR Wira Bhakti.

Kejuaraan tahunan yang wajib digelar ini, dibagi dalam 4 kelompok usia. Yakni usia 10 tahun, 12 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun. Dan untuk jaraknya dibagi dalam 3 nomor, diantaranya 10 meter, 20 meter, dan 30 meter.

Untuk peserta, total terdiri dari 66 atlet panahan dari kabupaten Lumajang, mereka akan ambil bagian kali ini. Dari jumlah tersebut, 41 diantaranya adalah atlet putra. Sisanya, 25 atlet putri.

Atlet atlet tersebut berasal dari 6 klub panahan yang berbeda.
Klub tersebut diantaranya  klub Satria Pandhita Archery, Brahmastra Archery Club, Briwika Dewa Archery Club, X-Wungu Archery Club, Ar Arahma Archery Club, dan Dzunurrain Archery Club.

Ketua Perpani Lumajang, Vendix MTL menyampaikan, bahwa Kejurkab Panahan digelar, terutama  untuk mencari dan mencetak atlet, yang nantinya bisa mewakili Lumajang dalam kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi, baik itu regional, nasional, ataupun International.

Setelah Kejurkab, ada sejumlah kejuaraan lain yang menanti. Yang paling dekat di tahun ini, adalah Piala KONI 2018. Di tahun depan, juga ada kejuaraan bergengsi di tingkat regional, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov Jatim).

“Untuk cabor Panahan,  kami menargetkan untuk mendapatkan medali,” ujar Vendix.

Untuk meraih target tersebut, evaluasi terhadap klub dan juga atlet memang selalu dilakukan, agar panahan di Lumajang bisa semakin berkembang.

“Kita berharap, masing-masing klub bisa memacu atlet-atletnya untuk lebih keras berlatih,” tambah Vendix.

Ia menambahkan, saat ini untuk atlet panahan di Lumajang masih didominasi anak-anak usia 16 tahun kebawah, atau mereka yang duduk di bangku sekolah tingkat SD dan SLTP.

“Data yang ada pada kami, kelompok usia 18 tahun masih minim. Idealnya, semua kelompok usia ada atletnya,” pungkasnya.(atk)

post-top-smn

Baca berita terkait