Tuesday, 14 August 2018

Kejati Tahan Mantan Sekda Dan Mantan Kepala BPKA Atas Kasus Bansos

post-top-smn

JEMBER, SMN – Bupati Jember, dr. Faida MMR menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan intervensi terhadap kasus hukum yang tengah dialami pejabat maupun mantan pejabat Pemkab Jember.

Hal itu menyusul sikap prihatinnya atas penahanan terhadap mantan Sekda Jember, Sugiarto dan mantan Kepala BPKA Sekda Jember, Ita Puri Handayani, akibat dari kasus penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos).

Ita yang saat ini diketahui menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember ini akan digantikan oleh pelaksana harian (Plh).

“Yang jelas, pemerintahan harus berjalan. Maka kita akan tunjuk pelaksana harian PLH untuk mengisi Kepala Dinas P3AKB,” ujar Bupati Faida, usai memberikan surat perizinan usaha pada investor di Pendopo Wahya Wibawa Graha, pagi tadi.

Kedua tersangka tersebut, yaitu Sugiarto dan Ita Puri ditahan dalam kasus penyelewengan dana hibah Bansos senilai Rp 38 miliar berkaitan dengan DPRD Jember.

“Saya mengambil sikap tidak akan mengintervensi urusan hukum karena ini memang kewenangannya aparat penegak hukum. Kita hormati tugas profesi aparat penegak hukum,” tandasnya.

Bupati Faida juga mengatakan pada saat ini memang Pemkab Jember mengambil sikap kooperatif dan memberikan izin untuk pejabat-pejabat yang sedang menjadi saksi pada penyelesaian kasus ini meskipun itu harus menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor di Surabaya.

“Jadi meskipun sejumlah pejabat ada yang sering izin untuk meninggalkan dinas, untuk bersaksi karena ini untuk berkepentingan keadilan dan penegakan hukum, ya jadi kita ijinkan,” terangnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Kejati Jawa Timur telah menahan Ketua DPRD Jember M Thoif Zamroni, di kasus yang sama.

“Kami menetapkan keduanya sebagai tersangka setelah dimintai keterangan di Kejati jatim, sehingga kami lakukan penahanan terhadap Sugiarto dan Ita Puri Andayani,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung saat dihubungi dari Jember, Kamis malam, seperti dilansir detik.com pada 2 Agustus 2018, kemarin malam.

Kedua tersangka kasus korupsi dana hibah dan bantuan sosial Jember tahun 2015 itu turun dari Gedung Kejati Jatim sekitar pukul 19.00 WIB, keduanya menggunakan rompi khusus tahanan kejaksaan dan selanjutnya dibawa ke rutan Kejati Jatim.

“Sesuai dengan ketentuan, kedua tersangka itu akan ditahan selama 20 hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penyidikan. Penahanan dilakukan, agar keduanya tidak menghilangkan barang bukti,” tuturnya. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait