Sunday, 18 November 2018

Kejaksaan Sidik Dugaan Korupsi Pengadaan Internet Rp 1,5 M

post-top-smn

Hasil gambar untuk gambar komputer

Lamongan, suaramedianasional.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan terus menyelidiki dugaan korupsi proyek internet tahun 2015. Nilai proyek yang disidik kejaksaan adalah Rp.1,5 M dan perkiraan kerugian negara sebesar Rp 150 juta.

Kasus ini telah menyeret Erfan Salim, mantan Kepala Dinas Kominfo Lamongan sebagai tersangka. Pihak kejaksaan semula ingin memanggil saksi ahli dari perbankan namun hal itu terlalu makan waktu, sehingga dibatalkan. “Tak jadi panggil saksi dari bank. Terlalu lama,” kata Rudi Kurniawan salah satu tim penyidik Kejari Lamongan.
Rudi mengatakan sebelumnya tim jaksa sudah berencana memanggil pihak dari bank, guna memastikan aliran dana korupsi tersebut. Namun prosedurnya harus mengajukan izin dulu ke BI.
Rudi menyatakan, walaupun surat izin sudah dikirimkan namun tidak ada respon positif dari BI dan tidak pula mengirimkan saksi ahli. Karena surat izin pemeriksaan itu tak kunjung ditanggapi oleh BI, penyidik cukup mengecek rekening salah satu bank yang digunakan untuk transfer dari pihak PT Telkom ke rekening tersangka.
“Akhirnya kami putuskan cukup menggunakan buku rekeningnya saja, untuk dijadikan bukti,” imbuhnya.
Dia menambahkan, saat ini proses hukum masuk tahap dua atau penyerahan tersangka bersama dengan alat bukti dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut.
Tahap ini setelah penyidik menyelesaikan kerugian negara dengan melibatkan inspektorat.
Sesuai perhitungan, kerugian negara ditaksir Rp 150 juta. “Hasil audit ini kami lampirkan dalam berkas dakwaan yang saat ini sudah mulai disusun  tim jaksa penuntut,” tutur Rudi.
Sementara itu, Solahudin sebagai pengacara tersangka Erfan, belum berkomentar terkait perkara ini. Alasannya masih tahap pelimpahan. “Kita ikuti proses ini dulu,” katanya.
Kasus ini terjadi setelah ditemukannya kelebihan pembayaran sebesar Rp 150 juta namun tidak kembali ke kas negara. Uang inilah yang akhirnya menyeret nama Erfan Salim sebagai tersangka. (abq)

 

post-top-smn

Baca berita terkait