Sunday, 20 May 2018

Kecamatan Tempursari, Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

post-top-smn
Kecamatan Tempursari meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Kecamatan Tempursari meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Lumajang, SMN – Jawa Timur selama sepuluh tahun berturut-turut menjadi juara Pengarusutamaan Gender (PUG) di Indonesia. Sejak Tahun 2006 hingga 2016, Jatim tak pernah absen dalam meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dalam hal PUG. Bahkan, Jatim telah dua kali meraih penghargaan tertinggi APE, yakni kategori Mentor pada Tahun 2014 dan 2016.

“Ini menandakan bahwa Jatim adalah tempat yang paling nyaman dan aman untuk perempuan dan anak-anak. Masyarakatnya sangat toleran, open minded, dan senang bergotong-royong. Jadi, jangan pindah dari Jatim, ya ibu-ibu,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat membuka acara peringatan Hari Ibu, Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN), dan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tingkat Provinsi Jawa Timur yang mengambil tema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki untuk Mewujudkan Indonesia yang bebas dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan” di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (28/12) lalu.

Pada kesempatan itu, diberikan pula penghargaan kepada mereka yang berprestasi dalam bidang PUG. Diantaranya penghargaan Pelaksana terbaik KB Award (Juara 1: Kab. Ngawi, Juara 2: Kab. Pacitan, dan Juara 3: Kab. Ponorogo).

Lalu Penghargaan Pelaksana Terbaik Kecamatan Sayang Ibu (Juara 1: Kec. Konengan, Kab. Malang, Juara 2 : Kec. Taman, Kota Madiun, dan Juara 3: Kec. Tempusari Kab. Lumajang). Lalu Penghargaan Karang Wredha Berprestasi (Karang Wredha Kec. Kanigoro, Kab. Blitar, Karang Wredha Wijaya Kusuma, Kec. Blimbing Kota Malang, Karang Wredha Marzuki Waras, Kec. Dlopo, Kab. Trenggalek, Karang Wredha Wisma Kec. Lawang, Kab. Malang dann, Karang Wredha Rias, Kab. Mojokerto).

Lalu Penghargaan KORPRI Teladan 2016 (Dwi Purwanti dari KORPRI Jatim), dan pemberian bantuan secara simbolis kepada Disabilitas dan PMKS (Puji Santoso berupa kursi roda, Elok Aprilia dari Kota Malang berupa alat bantu pendengaran, Lalu Titania Ramadhan dari Surabaya berupa bingkisan sembako) Lalu bantuan kepada PMKS (Mustofa penjaga TMP Surabaya).

Menurut Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag, Kecamatan Tempursari ini adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lumajang yang berhasil meraih juara 3 pelaksana terbaik dari Gubernur Jatim, DR. Soekarwo sebagai kecamatan sayang ibu.

“Pemprov Jatim memberikan penghargaan itu karena pemerintah kecamatan Tempursari dianggap berhasil menjalankan program gerakan sayang ibu yang digulirkan pemerintah,” kata Bupati As’at waktu itu.

Bupati As’at, yang pada saat itu menghadiri penyerahan penghargaan tersebut mengatakan, dalam menjalankan program gerakan sayang ibu di Tempursari, pihaknya telah menyiapkan fasilitas pelayanan untuk kesehatan masyarakat, sesuai dengan program Bupati Lumajang periode 2013-2018, yakni “Satu Desa Satu Ambulan” yang siap satu kali 24 jam.

“Kita memberikan ambulan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk semua masyarakat hingga tingkat desa, agar penanganan saat masyarakat bisa dilakukan secara cepat,” bebernya.

Menurutnya, dengan adanya fasilitas itu, juga akan sangat membantu dalam menekan tingkat angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Lumajang.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang yang bermitra dengan TP PKK Kabupaten Lumajang serta organisasi lainnya juga sangat berjuang keras untuk memberikan perhatian secara khusus bagi kesehatan ibu-ibu hamil.

Sebuah program Gerbang Mas Siaga (Gerakan Membangun Masyarakat Sehat) yang memiliki kader-kader hingga tingkat desa yang selalu berperan aktif dan kompak dalam hal ini, untuk setiap bulan, petugas kesehatan mengunjungi ibu-ibu hamil dari rumah ke rumah, memastikan kesehatan mereka.

Ibu hamil yang ditemukan mengalami masalah dengan kandungannya, para petugas akan segera memberikan pelayanan kesehatan, sehingga kondisi ibu hamil segera pulih kembali. Bagi ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan serius, petugas kesehatan merujuknya ke rumah sakit. (atiek)

post-top-smn

Baca berita terkait