Friday, 20 July 2018

KASAT LANTAS HIMBAU PENGGUNA JALAN TAATI ATURAN DAN RAMBU LALU LINTAS

post-top-smn

Lo

LUMAJANG, SMN – Sejak Kamis 26 April hingga 9 Mei 2018, Operasi Patuh Semeru akan dilaksanakan secara serentak, dan akan menindak pengendara Roda dua (R2) dan Roda empat (R4).

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Hendry Ibnu Indarto SH SIK, menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan di wilayah Kabupaten Lumajang, agar mematuhi dan mentaati semua peraturan Lalu Lintas, jika tidak ingin di tindak oleh Polisi Lalu Lintas (Polantas).

“Karena itu,️ patuhi peraturan Lalu Lintas seperti, jangan gunakan HP saat berkendara, jangan melawan arus lalu lintas,  jangan melanggar rambu-rambu lalu lintas, dan jangan melanggar batas kecepatan,” kata Kasat Lantas.

Selain itu, AKP Hendry juga menyampaikan jika dalam berkendara tidak dalam pengaruh alkohol, senantiasa menggunakan safety belt untuk R4.

“Dalam mengendarai sepeda motor, tidak boleh berboncengan lebih dari 1 (satu) orang. Juga jangan ijinkan anak di bawah umur membawa kendaraan, sebelum usia18 tahun keatas, dan harus menggunakan helm SNI baik pengendara maupun yang di bonceng,” tambahnya.

Menurut mantan Kanit Laka Polrestabes Surabaya ini, hal yang terjadi diatas adalah dilihat dari aspek manusia atau pengendara. Jika dilihat dari aspek kendaraan,  maka kendaraan itu harus dilengkapi laik jalan kendaraan, yang meliputi TNKB, lampu dan spion. Dan untuk kendaraan roda 4 atau lebih, wajib dilengkapi kelengkapan keselamatan dan P3K.

“Dalam berkendara juga harus lengkapi dengan SIM dan STNK yang telah di syahkan. Jangan menggunakan Rotator atau Sirine jika bukan peruntukanya. Dan untuk sepeda motor, gunakan velg dan knalpot standar,” imbuhnya.

Masih menurut AKP Hendry, bila menemukan operasi / pemeriksaan kendaraan, agar bersikap tenang dan jangan panik. ️Berhenti dan siapkan surat-surat kendaraan anda, seperti SIM, STNK. Dan dengan sopan tanyakan kepada petugas terkait operasi/pemeriksaan.

“Apabila di duga melanggar lalu lintas, tanyakan pelanggaran apa yang dilanggar, pengendara bisa meminta untuk ditunjukkan pasal pelanggaran yang dapat di lihat pada blangko tilang,” terangnya.

Dan apabila ada warga masyarakat yang tidak puas dengan pelanggaran yang di sangkakan petugas, maka warga tersebut dapat menanyakan kepada perwira yang memimpin operasi.

“Apabila benar dan terpenuhi unsur pelanggaran, maka pelanggar dapat memilih mekanisme tilang sebagai berikut, pertama akan melalui sidang,  tanyakan kapan dan dimana sidang tersebut dilaksanakan. Kedua, jika mengakui pelanggaran dan minta kepada petugas nomor BRIVA yang nantinya anda dapat membayar denda melalui Bank BRI atau transfer kemudian bukti transfer tersebut diserahkan ke petugas untuk pengambilan barang bukti. Dan ketiga, sebelum meninggalkan petugas, cek dahulu surat tilang dan BB yang di sita, apakah sudah sesuai dengan identitas pengendara atau identitas ranmor pengendara,” jelasnya lagi.

Namun, jangan kaget jika pengguna jalan melakukan pelanggaran berat, seperti tidak memiliki SIM dan masa berlaku STNK sudah habis, maka kendaraan nya yang akan di jadikan Barang Bukti.

“Jangan sekali-sekali minta damai kepetugas, karena yang menyuap dan yang di suap sama-sama melanggar hukum,” pungkasnya.

Semua dilakukan demi keselamatan manusia. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait