Sunday, 21 July 2019

Karo, Dijajaki Jadi Wilayah Pilot Project Zero Budget Natural Farming

post-top-smn

Kabupaten Karo, ditinjau Kementerian Kemaritiman dan BPTP Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian Sumut terkait ZBNF.

Karo, suaramedianasional.co.id – Zero Budget Natural Farming (ZBNF) kini menjadi salah satu sistem pertanian yang jadi perhatian dunia, termasuk sedang dijajaki untuk bisa dicoba di Indonesia.
Semula, ZBNF dikembangkan di India, dengan mengupayakan pertanian nol budget atau modal kecil. Caranya dengan memadukan menanam tanaman yang saling menopang dalam satu areal tertentu, termasuk pengupayaan pupuknya harus non kimia, sehingga terjaga keseimbangan lingkungan dan unsur hara serta kesuburan tanahnya.
Kabupaten Karo, menjadi salah satu yang ditinjau Kementerian Kemaritiman dan BPTP Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian Sumut terkait ZBNF ini.
Mereka menyambangi Karo dan diterima Bupati  Terkelin Brahmana, Kamis (23/05).
Ketua Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran Kementerian Pertanian, Catur Hermanto, menyampaikan, beberapa kabupaten di Sumut dikunjungi untuk melihat kemungkinan penerapan ZBNF. “Termasuk Kabupaten Karo ini,” ungkapnya.
Sistem ZBNF, dipercaya sebagai salah satu kearifan lokal yang sebenarnya sudah banyak dilakukan petani Indonesia, namun bisa saja berbeda istilah atau namanya.
“Di Karo kan juga sudah ada, hanya beda nama saja barangkali. Selain itu belum ada pusat ZBNF yaitu semacam sentra untuk pemberian informasi serta alat bahan yang dibutuhkan untuk penerapan ZBNF,” ujarnya.
Menurut Hadijah Lubis, Kepala BPTP Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian Sumut, di beberapa desa di Sumut, penerapan pertanian hemat anggaran ini sebenarnya sudah ada. Hanya selama ini pengelolaannya perlu dibuat lebih teratur dan profesional lagi.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo,  Sarjana Purba, membenarkan sistem pertanian murah bermanfaat, sebenarnya telah diterapkan di daerah itu. “Kita biasa istilahkan pertanian low budget, misalnya yang telah dikembangkan beberapa kelompok tani binaan kami,” katanya.
Dia mencontohkan, klomtan Harapan Tani Desa Jaranguda misalnya, sudah menanam secara terpadu sayuran seperti wortel, sawi dan bit, sedangkan kubis dan perpaduan tanaman lain juga diterapkan Klomtan Talim Purba di Kabanjahe.
Langkah lanjutan yang akan dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Karo adalah mencari lahan untuk sentra ZBNF Shop. Disperta Karo juga akan menindaklanjuti dengan mencari lokasi untuk ZBNF shop center yang sesuai, agar petani dapat mencari kebutuhannya. “Selain itu untuk lahan pertanian percontohan juga kita siapkan di Kelurahan Kampung Kecamatan Kabanjahe sekitar 2 ribu meter persegi, rencananya ditanami tomat, cabai dan sayuran,” paparnya.
Bupati Karo, Terkelin Brahmana, mengungkapkan rasa senangnya karena Tanah Karo dianggap mampu menjadi pilot project penerapan ZBNF. “Kita tentu menyiapkan diri agar sukses jadi pilot project ZBNF ini,” pungkas Terkelin. (ius)
post-top-smn

Baca berita terkait