Sunday, 21 July 2019

Kapolres Janjikan Gajinya untuk Penangkap Begal

post-top-smn

Kapolres Lumajang janjikan sebulan gajinya untuk masyarakat yang bantu ringkus begal motor. Hal ini dikatakan saat rekosntruksi curanmor, Kamis (20/12)

Lumajang, suaramedianasional.co.id –  Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban tampalnya begitu geram dengan aksi begal di wilayah ini. Dia pun berjanji akan memberikan reward khusus untuk masyarakat yang dapat membantu polisi meringkus begal. “Saya akan berikan satu bulan gaji saya pada  masyarakat yang dapat membantu polisi meringkus begal,” katanya.

Hal ini dikatakan Arsal saat pihak kepolisian melakukan rekonstruksi pengungkapan curanmor di Pasar Serangan, Jl Bromo, Kabupaten Lumajang, Kamis (20/12). Tidak seperti biasa, rekonstruksi kali ini dilakukan oleh Kapolres beserta anggota Satreskrim ditempat kejadian perkara.

Dalam kasus ini, petugas dari Polsek Lumajang Kota, yang berkolaborasi dengan Sat Reskrim Polres Lumajang, berhasil mengungkap kasus curanmor dengan total 12 TKP berbeda. Pengungkapan diawali adanya laporan atas nama Armiyati Rizal, laki laki (29 thn), karyawan swasta alamat Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang.

Armiyati Rizal melaporkan kejadian kehilangan HP di salah satu warkop di Jl. Gajah Mada Kabupaten Lumajang, 27 Nopember lalu.  Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil menangkap dan menggelandang pelaku yang bernama Senapon, laki-laki (28 thn), swasta,  Kecamatan Padang, ke Mapolsek Lumajang kota. “Setelah dilakukan pengembangan dan hasil pemeriksaan, tersangka pernah terlibat dalam 12 kali pencurian yang lain,” ujar Kapolres AKBP M. Arsal Sahban.

Pelaku juga mengakui kejahatan lainnya,yakni telah melakukan tindakan curanmor sebanyak 12 kali di tempat berbeda, dan dibantu dengan beberapa temannya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. “Satu barang bukti yang berhasil disita adalah sebuah motor Yamaha Vision sebagai hasil kejahatannya, dan sisanya 11 ranmor sedang dalam proses penyelidikan oleh tim resmob Satuan Reskrim Polres Lumajang,” ujar Arsal.

Dalam keterangannya, Kapolres Lumajang menyatakan akan terus mengembangkan kasus ini, guna menciptakan wilayah Lumajang terbebas dari curanmor, begal dan tindakan kriminal lainnya.”Tidak hanya berhenti disini, kami akan terus mengembangkan kasus ini,” tambahnya.

Kapolres sangat mengapresiasi gerak cepat dari anggota Sat Reskrim Polres Lumajang, sehingga bisa dikembangkan dan melakukan sendiri rekonstruksi di TKP, karena curanmor dan begal sangat meresahkan masyarakat lumajang. “Saya ingin tahu bagaimana prosesnya mereka melakukan pencurian, supaya bisa kita lebih antisipasi kedepannya,” ujar Arsal.

Lumajang memang dikenal sebagai wilayah yang rawan aksi begal. Hal ini karena banyaknya wilayah atau jalan utama yang sepi, jauh dari keramaian penduduk. Tersangka Senapon sendiri diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun. (tik)

post-top-smn

Baca berita terkait