Tuesday, 25 June 2019

Kampung Inggris Pare Bersinergi dengan UMKM

post-top-smn

KEDIRI - KAMPUNG INGGRIS

Kediri, SMN – Mulai tahun 2015, kawasan Asia Tenggara akan memasuki pasar bebas yang disebut dengan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Dengan diberlakukannya MEA memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara, tidak terkecuali Indonesia. Untuk menghadapi hal tersebut, rakyat Indonesia harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan skill dan kemampuan berbahasa Inggris.

Kampung Inggris adalah sebutan untuk Desa Pelem dan Tulungrejo di Kecamatan Pare yang memilik lebih dari 150 lembaga kursus Bahasa Inggris. Ribuan orang dari seluruh Indonesia belajar di kampung Inggris, bahkan ada juga yang berasal dari luar negeri. Mereka berbicara menggunakan Bahasa Inggris tidak hanya saat di tempat kursus, tetapi juga di asrama, warung, toko, jalan dan tempat umum di Pare.

Forum Kampung Bahasa (FKB) adalah organisasi yang menaungi seluruh lembaga kursus Bahasa Inggris di Pare. Ari Hakim, salah satu pengurus FKB menuturkan bahwa ribuan orang dari seluruh Indonesia datang ke pare setiap bulannya untuk belajar Bahasa Inggris.

“Sekitar 1000 orang setiap bulannya datang ke Pare, bahkan ada juga yang datang dari Thailand. Daya tarik kampung Inggris yang sangat luar biasa ini membangkitkan ekonomi masyarakat Pare baik dari usaha warung makan, tempat kost, laundry, fotocopy, becak, persewaaan sepeda, warnet dan usaha kecil lainnya,” Tutur Ari.

Lebih jauh Ari menuturkan bahwa suasana Kampung Inggris sangat nyaman untuk belajar, karena warga Desa Pelem dan Tulungrejo juga mendukung terciptanya suasana tersebut. Mereka tidak takut dan malu jika diajak berbicara dengan Bahasa Inggris, bahkan pedagang kaki lima juga berbicara dengan Bahasa Inggris.

“Oleh Sebab itu, kami dari FKB memberikan kursus gratis kepada pedagang kaki lima dan tukang becak di wilayah Kampung Inggris. Sudah 60 orang pedagang yang ikut, semuanya gratis tidak dipungut biaya. waktu kursus juga fleksibel menyesuaikan dengan kondisi para pedagang, pertemuan dilakukan seminggu tiga kali dan alhamdulillah sudah berlangsung selama delapan bulan. Target kami, semua PKL bisa berbahasa Inggris dengan lancar,” Imbuh Ari.

Bupati Kediri dr.Hj.Haryanti Sutrisno sangat konsen dengan keberadaan Kampung Inggris di Pare, karena keberadaan Kampung Inggris memberikan dampak yang luar biasa kepada perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Kediri memberikan satu ruang kepada FKB untuk  mempergunakan gedung lama PMI Kabupaten Kediri yang letaknya sangat strategis, di sebelah barat Patung Garuda Pare.

Kantor sekretariat FKB ini dapat menjadi pusat informasi Kampung Bahasa. Sehingga segala sesuatu dan berbagai macam informasi akan terpusat di Pusat Informasi Kampung Bahasa. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Kediri, khususnya Ibu Bupati yang telah berkenan memberikan ruangan untuk sekretariat FKB, semoga bentuk kepedulian pemerintah ini bisa semakin melecut semangat kami untuk melestarikan Kampung Inggris ini,” Kata Ari Hakim, Pengurus FKB.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno tidak ingin jika Kampung Inggris maju dalam bidang Pendidikan dan bidang Ekonomi, tetapi justru mengalami kemunduran dalam bidang Moral dan bidang Sosial. “Kita harus bisa menunjukkan kualitas yang bagus dalam segala hal. Pelajaran bagus namun Moral harus tetap terjaga serta tradisi atau adat tetap terpelihara.” Ungkap dr. Hj. Haryanti Sutrisno, Selasa ( 24/2)

“Kampung Inggris jangan sampai tergerus oleh situasi dan kondisi apapun. Selain itu saya harap Kampung Inggris dapat memberi informasi hingga keseluruh dunia. Karena itu kedepannya akan disediakan website resmi FKB dan juga melalui website Pemerintah Kabupaten Kediri.” tambahnya. (adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait