Tuesday, 12 December 2017

Kabupaten Kediri, Marak Tempat Hiburan Ilegal

post-top-smn

Dari 180 tempat hiburan, hannya 12 saja yang berijin . Diwilayah Kabupaten Kediri cukup marak tempat hiburan. Bahkan jumlahnya sampai ratusan. Akan tetapi dari jumlah itu hannya puluhan saja yang sudah mempunyai ijin. Sementara lainya illegal.

 Data yang dihimpun, di Kabupaten Kediri ada 180 tempat hiburan.Sementara dari jumlah itu hanya 12 saja yang berijin. Tempat hiburan tersebut meliputi karaoke, café remang-remang hingga panti pijat.

 Banyakanya tempat hiburan tersebut, diperkirakan setiap 2 desa terdapat 1 tempat hiburan malam. Sehingga menjadikan bupati geram. Bahkan pihak Pemkab akan segera melakukan penertiban.

 ” Bupati Haryanti dalam waktu dekat ini akan meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ) untuk segera melakukan penertiban terhadap tempat-tempat maksiat,” jelas Kabag Humas Pemkab Kediri M. Haris Setiawan, Selasa (11/11).

 M. Haris Setiawan menambahkan, akhir bulan Novermber ini, pihaknya akan memanggil para pemilik tempat hiburan malam untuk diberikan sosialisasi Peraturan Bupati(Perbup) nomor 11 tahun 2014 tentang pendirian hiburan malam. Jika tidak bisa mencukupi ijin sesuai dengan Perbup maka tempat hiburan malam harus tutup.” Jika usai diberikan sosialisasi tetap nekat beroperasi, Pemkab tidak segan-segan melakukan penutupan paksa,” jelasnya lebih lanjut.

 Masih kata Haris, guna menekan berdirinya tempat hiburan malam diwilayah Kabupaten Kediri, Pemkab kediri juga mengeluarkan kebijakan yang cukup mempersulit tumbuhnya tempat hiburan. Yakni  dengan syarat pemilik usaha harus kantongi ijin dari Majelis Ulama Indonesaia (MUI) maupun forum komunikasi antar umat beragama (FKUB).

 Diharuskannya mengantongi ijin dari MUI dan FKUB, mengingat berdirinya tempat hiburan malam bisa merusak moral generasi muda.”  Sesuai permintaan Bupati Kediri, pendirian usaha tempat hiburan malam harus mengantongi ijin dari MUI dan FKUB. Tanpa ada ijin dari dua organisasi itu, maka tempat hiburan malam dinyatakan illegal,” jelasnya lebih lanjut. (bad).

post-top-smn

Baca berita terkait