Wednesday, 24 April 2019

Jokowi : Media Arus Utama Ternyata Tetap Lebih di Percaya di Banding Dengan Media Sosial”.

post-top-smn

Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 di Jawa Timur, di hadiri Joko Widodo Presiden RI.

Surabaya, suaramedianasional.co.id – Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 di Jawa Timur, di gelar di Grand City, Surabaya, Sabtu (09/02). Hadir dalam acara ini, Presiden Joko Widodo beserta para menjabat dan para Pimpinan Redaksi juga para wartawan seluruh Indonesia yang ikut memeriahkan Hari Pers Nasional 2019 di Kota Pahlawan ini. Dalam sambutan Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan”bahwa 63% masyarakat lebih mempercayai informasi yang disajikan media konvensional atau media arus utama daripada media sosial”.
Prosentase ini didapat dari survei Edelman Trust Barometer Media. Pada tahun 2018, kepercayaan terhadap media konvensional adalah 63%, berbanding 40% untuk media sosial,” ujarnya.
Dalam era media sosial ini, siapapun bisa menjadi jurnalis, wartawan dan pimred. Tetapi, bisa di salah gunakan untuk menebar kegaduhan di ruang publik dan ada juga yang membangun ketakutan pesimisme,” terangnya. Jokowi mengharapkan bahwa media bisa meningkatkan perannya. Termasuk menyajikan informasi yang terverifikasi dan terpercaya pada publik, di tengah suasana seperti ini insan media arus utama justru sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi, dibutuhkan untuk menyajikan informasi-informasi yang terverifikasi.
Presiden Joko Widodo juga mengaku tak ingin dianggap sebatas pencitraan saat memaparkan capaian pemerintahannya dalam hal pembangunan. Menurutnya, hal ini untuk membentuk masyarakat yang sadar informasi.
Hal itu diungkapkan Jokowi dalam sambutannya, Kalau pemerintah aktif membangun well inform society jangan buru-buru dianggap kampanye atau pencitraan, Itu upaya membentuk masyarakat yang sadar informasi.
Terlebih, di era postruth atau era pasca kebenaran ini, fakta yang disampaikan media sangat dibutuhkan. Jokowi mengatakan media juga harus tetap berpegang teguh pada kebenaran.
“Peran utama media kini semakin penting antara lain dalam amplifikasi kebenaran dan menyikapi fakta terutama di tengah keganasan pasca fakta dan pasca kebenaran,” lanjutnya.
Sementara itu, Jokowi mengajak media untuk mengatasi dampak postruth dengan mempertahankan misi untuk terus menyebarkan kebenaran.
“Mengapa kita wajib mengatasi dampak buruk pasca kebenaran dan pasca fakta, media harus mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran,”ungkapnya. (her/red)
post-top-smn

Baca berita terkait