Wednesday, 19 December 2018

Jember Pertama Kali Jadi Kota Layak Anak

post-top-smn

JEMBER, SMN – Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapatkan penghargaan untuk pertama kalinya dengan pr3dikat Kota Layak Anak.

Padahal pada September tahun lalu, Kabupaten Jember telah mendeklarasikan diri sebagai Kota Layak Anak, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Prof. Dr. Yohana Susena Yembise, Dip, Apling, MA pun menjadi saksinya.

Sejak ditandatanganinya deklarasi tersebut, Pemkab Jember terus berbenah dan mengoptimalkan pelayanan yang ramah kepada Perempuan dan Anak.

Upaya tersebut yang begitu nyata yaitu adanya Perbup dimana setiap pusat keramaian seperti tempat belanja, tempat hiburan, tempat makan diharuskan memberikan akses bagi penyandang disabilitas. Adminduk untuk anak pun dikebut dan tercatat 92 % anak di Kabupaten Jember telah mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA), aspek pengasuhan alternatif juga diperhatikan seperti yang terjadi di Kec. Ledokombo dimana para orangtuanya menjadi buruh migran.

Di bidang kesehatan, permasalahan stunting menjadi fokus dan bagi anak tidak mampu dan difabel pun mendapatkan asuransi kesehatan, kemudian di bidang pendidikan, anak-anak di Jember bebas memilih sekolah dan Pemerintah juga menyediakan pengajar inklusi bagi anak penyandang difabel serta beasiswa bagi anak berprestasi.

Gayung pun bersambut, sekian usaha yang telah dijalankan Pemkab. Jember pun menuai hasil yang manis, Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan kota layak anak dengan predikat pratama untuk pertama kalinya.

“Tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya Kabupaten Jember mendapat predikat kota layak anak, penghargaan pratama,” kata Bupati Jember, dr. Faida, MMR usai menerima langsung piagam penghargaan tersebut dari Menteri PPPA, Yohana Yembise di Dyandra Convention Hall Surabaya, Senin (23/7) malam lalu.

Selain itu, Faida mengatakan bahwa Pemkab Jember kini juga telah menyediakan bantuan hukum bagi permasalahan anak.

“Tahun depan harus lebih baik, harus mendapatkan predikat madya,” harapnya.

Sementara itu, Menteri Yohana mengatakan bahwa Kementerian PPPA pada hari anak nasional kali ini memberikan penghargaan kepada 177 Kabupaten dan Kota dari 389 Kabupaten dan Kota yang masuk nominasi.

“Indonesia masuk 4 negara besar dalam global partnership for child protection, pemberian penghargaan ini diharapkan jadi pemicu untuk terus meningkatkan pelayanan perempuan dan anak supaya terwujud Child’s Standing Country 2030,” harap Menteri Yohana. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait