Tuesday, 12 December 2017

Jatim Masuk Tiga Provinsi Raih SAKIP Nilai A

post-top-smn
Menpan RB, Asman Abnur

Menpan RB, Asman Abnur

Surabaya, SMN – Hanya ada tiga provinsi di Indonesia yang peroleh hasil dari nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) nilai A. Ketiga provinsi tersebut yakni Jawa Timur, DI Yogyakarta dan Jawa Barat. “Kalau provinsi yang dapat nilai A dulu cuma dua, yakni Jatim dan Yogjakarta. Sekarang tambah satu Jawa Barat. Dari 34 provinsi baru tiga saja yang dapat nilai A dan belum ada yang raih nilai AA,” kata Menpan RB, Asman Abnur saat di kantor Gubernur Jatim, Selasa (31/1).

Sedangkan untuk kabupaten kota yang meraih nilai A saat ini hanya Kabupaten Banyuwangi dan Kota Bandung. Untuk tingkat lembaga kementerian, Asman mengaku telah melaporkan pada Presiden Jokowi dan hasilnya akan disampaoikan langsung oleh Presiden. Sementara untuk hasil laporan SAKIP dari wilayah Jatim, Kalimantan, NTT, NTB, Bali, dan Lampung juga disampaikan oleh Asman. Untuk nilai AA belum ada kab/kota yang memperoleh. Nilai A hanya satu yakni Banyuwangi. Untuk nilai BB terdapat tiga daerah yakni Kab Tulugangung, Kota Malang, dan Kota Badung Bali. Kategori nilai B diperoleh 31 kab/kota, nilai CC 61 kab/kota, nilai C 50 kab/kota dan nilai D hanya satu kabupaten. Ia pun mengajak, bupati dan walikota serta gubernur untuk meningkatkan kinerja. “Jangan kalah waktu karena waktu cepat berlalu. Jangan menyesal kalau sudah tidak menjabat baru sadar pentingnya SAKIP yang benar,” ujarnya.

Asman mengungkapkan empat strategi khusus untuk bisa meraih predikat SAKIP yang baik. Pertama yakni Money Follow Programe (uang mengikuti program), kedua stop pemborosan anggaran. Ketiga adalah fokus pada kinerja bukan SPJ dan penerapan E-Government. “Yang penting itu laporan kinerja dan keuangan. Selama ini yanhg sudah baik seperti Kabupaten Banyuwangi. Kami pun akan belajar banyak ke sana. Pemerintah pusat belajar ke pemerintah daerah kan gak papa selama itu baik,” tuturnya. Pembelajaran melalui konsep studi tiru oleh Kemenpan RB pada Pemkab Banyuwangi ini, kata dia, menjadi proses menuju reformasi birokrasi yang lebih baik. “Ini supaya inovasi tidak cuma dinikamti masyarakat Banyuwangi tapi juga masyarakat Indonesia,” jelasnya. Ia pun meminta Pemkab/kota lain juga melakukan studi tiru di Banyuwangi. “Kalau mau studi tiru gak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Cukup di wilayah Indonesia saja seperti Banyuwangi dan Kota Bandung yang SAKIP nya sudah bagus dengan nilai A,” tukasnya. (afr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait