Sunday, 20 May 2018

Jatim Borong Penghargaan di Jambore Nasional Kader PKK 2016

post-top-smn
Ketua TP PKK Provinsi di Indonesia foto bersama dengan Mendagri Tjahjo Kumolo pada acara Jambore Nasional Kader PKK tahun 2016 di Mercure Hotel Ancol Jakarta

Ketua TP PKK Provinsi di Indonesia foto bersama dengan Mendagri Tjahjo Kumolo pada acara Jambore Nasional Kader PKK tahun 2016 di Mercure Hotel Ancol Jakarta

Jakarta, SMN – Setelah dua tahun tidak boleh mengikuti lomba PKK tingkat nasional karena empat tahun berturut-turut meraih juara umum, tahun ini, setelah diijinkan kembali, Provinsi Jatim kembali memborong penghargaan PKK di tingkat nasional. Dari empat lomba yang diselenggarakan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, tiga diantaranya diraih Jatim dengan predikat Prakarti Utama Terbaik I, dan satu lomba dengan predikat Prakarti Utama III.

Tiga penghargaan Prakarti Utama I (terbaik) diraih Jatim dalam hal pencegahan kekerasan dalam rumah tangga oleh Kabupaten Ngawi, usaha peningkatan pendapatan keluarga oleh Kabupaten Pacitan, serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) oleh Kota Malang. Untuk kategori Tertib Administrasi, Provinsi Jatim meraih  Prakarti Utama III oleh Kabupaten Jember.

“Kesuksesan ini diraih berkat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari para kader, dimana semua diraih oleh Kader Desa. Ini bagian dari memotivasi dan menginspirasi kabupaten/kota, agar kegiatan ini semua berlangsung secara suistanable atau berkelanjutan,” ujar  Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si usai Pembukaan Jambore Nasional Kader PKK Tahun 2016 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Selasa (29/11) malam.

Menurut Bude Karwo, sapaan akrabnya, Jambore ini merupakan kegiatan bertemunya para kader untuk  saling sharing dan bertukar informasi karena masing-masing daerah punya keunggulan dan potensi masing-masing.

Ia menambahkan, selama ini Jatim telah melakukan berbagai upaya dalam menyukseskan program-program PKK. Diantaranya melalui kegiatan peningkatan kesejahteraan dan Revitalisasi Keluarga Berencana (KB). “Saat ini secara umum Total Fertility Rate naik, jadi dianggap perlu untuk merevitalisasi kembali terkait KB. Kemudian terkait angka kematian ibu meningkat, Jatim telah melakukan pencegahan ini dan berlangsung dengan sangat baik. Dimana di tingkat nasional dari 228/100.000 kelahiran hidup meningkat menjadi 359/100.000 kelahiran hidup, kita justru terus menurun. Untuk gizi buruk, Tahun 2017 kami akan keliling kab/kota untuk sosialisasi pencegahan gizi buruk. Kami akan fokus pada daerah yang gizi buruknya meningkat,” kata isteri Gubernur Jatim ini.

Terkait arahan Mendagri tentang keikutsertaan PKK dalam menjaga stabilitas nasional, Bude Karwo mengatakan bahwa Jatim telah ikut menjaga stabilitas nasional salah satunya lewat generasi muda sampai ibu-ibu pendidik. Diantaranya dengan menanamkan rasa cinta tanah air. “Kami berharap ini berjalan secara berkelanjutan mulai dari desa dan kelurahan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum TP PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengatakan, Jambore ini bertujuan untuk memupuk dan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan antar kader PKK dan para pembinanya, ajang bertukar informasi, pengetahuan dan keterampilan, serta memberikan penghormatan bagi kader PKK yang selama ini telah berkiprah. Ia berharap Jambore ini bisa memotivasi dan menggelorakan semangat para kader PKK dalam mencapai tujuan dan program-program PKK.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa jambore ini harus diselenggarakan secara rutin. Ia minta Kemendagri mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk kegiatan ini. Selain itu, setiap daerah agar mengalokasikan juga pertemuan seperti ini di tingkat provinsi maupun kab/kota.  Jambore ini sebagai bagian dari komunikasi dan sinergi antar penggerak PKK satu dengan yang lain agar terus berjalan.

Menurut Tjahjo, peran PKK sangat penting dalam membantu pemerintah daerah dan kepala daerah di wilayah masing-masing. “Kalau ibu-ibu ikut menggerakkan orang di daerah sampai tingkat RT/RW melalui program PKK atau BKKBN, program-program ini akan sampai ke sasaran. Ada 10 kementerian yang memberikan program serta anggarannya untuk PKK. Seperti Kementerian Koieprasi dan UMKM yang akan menggerakkan UKM di tiap daerah. Peran ibu-ibu kader PKK sangat membantu,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahun depan Presiden Joko Widodo akan merencakanan anggaran pembangunan desa. Anggaran desa ini akan terus ditingkatkan. Presiden berharap ini akan mempercepat pembangunan desa. “Presiden sudah mengamanatkan bahwa pembangunan desa harus dirubah menjadi membangun masyarakat dan daerah yang artinya membangun secara fisik dan sosial dalam hal ini pembangunan SDM. Permasalahan saat ini jumlah desa tiap tahun meningkat  10%  karena anggaran desa. Hal ini tidak masalah yang penting percepatan pembangunan dan kesetaraan bisa terwujud dengan baik. Kedua, masalah narkoba harus menjadi fokus PKK. Narkoba saat ini telah masuk sampai RT/RW. Kemudian juga masalah tingginya kematian ibu hamil, tingginya angka perceraian di daerah, serta bahaya kanker serviks. Hal ini merupakan imbas dari ketimpangan sosial di daerah. Termasuk masalah kesehatan seperti masalah kurang gizi pada anak,” katanya.

Di akhir, ia minta fungsi sosial dan ekonomi di daerah terus jalan. Kemendagri akan memperkuat perangkat desa, sehingga bantuan dari kementerian bisa tersalurkan dengan baik untuk pembangunan. Ini bagian dari program Nawacita yakni membangun dari wilayah pinggiran. “Semoga peran serta TP PKK bisa membantu mewujudkan hal ini,” katanya.

Jambore PKK kali ini mengambil tema “Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menunjang Terujudnya Ketahanan Keluarga”. Jambore ini dihadiri 860 orang yang terdiri dari Ketua dan pengurus TP PKK Provinsi, Ketua dan pengurus TP PKK Kota/Kab serta para pendamping. Jambore kali ini diisi narasumber yang ahli di bidangnya diantara dari Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta praktisi lingkungan hidup. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 29 November – 1 Desember 2016 dan diramaikan dengan stand yang menjual beragam produk kerajinan dari masing-masing daerah di Indonesia.

 

post-top-smn

Baca berita terkait