Sunday, 20 May 2018

Jangka Joyoboyo, Aplikasi e-Tilang Polres Kediri yang Akan Diterapkan di 16 Polda di Indonesia

post-top-smn

mekanisme-e-tilang Kediri, SMN – Aplikasi e-Tilang Polres Kediri rencananya akan diterapkan di 16 Polda di seluruh Indonesia. Inovasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut diharapkan bisa menghindari proses penyimpangan dalam penindakan tilang.

Aplikasi tersebut menjadi salah satu inovasi yang diunggulkan Polri dalam Pameran Replika Inovasi Pelayanan Publik di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (26/10/2016).

Kapolres Kediri AKBP Akhmad Yusep Gunawan mengatakan bahwa e-Tilang ini merupakan integrasi formal antar kepolisian, pengadilan, kejaksaan dan perbankan.

“e-Tilang ini memfasilitasi masyarakat dengan teknologi cepat, mudah dan bertanggung jawab. e-Tilang ini juga untuk menghindari penyimpangan. Karena apabila ada kelebihan denda tilang akan dikembalikan,” ujar Yusep.

Masyarakat Kediri bisa mengunduh aplikasi e-Tilang ini di ponsel dengan nama aplikasi Jangka Joyoboyo. Sebaiknya, pemilik kendaraan juga punya aplikasi m-banking sehingga akan mudah saat melakukan pembayaran tilang. Lalu bagaimana cara kerja e-Tilang?

“Jadi gini, biasanya kalau tilang itu kan kita menyita barang buktinya lalu sidang. Kalau punya aplikasi tilang ini dan punya m-banking bisa langsung dibayar lewat m-banking dan barang bukti bisa diambil kembali,” terang Yusep.

Yusep mencontohkan misalnya pengendara tidak memakai spion, maka denda maksimal yang dikenakan yakni sebesar Rp 250 ribu. Pengendara tinggal transfer saja ke rekening yang ditentukan sesuai dengan nominal denda maksimal.

“Setelah itu nanti kan disidangkan. Pengendara tidak perlu ikut sidang. Nanti dalam sidang itu ditentukan apakah denda hanya Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Sisanya jika kelebihan dikembalikan lagi ke rekening pengendara. Jadi tidak meminimalisir penyimpangan,” jelas Yusep.

Rencananya konsep e-Tilang ini juga akan diterapkan di jajaran Polda lainnya di Indonesia. “Rencananya mau diterapkan di 16 polda. Kita pelopor,” pungkasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait