Monday, 15 October 2018

Jamus Pun Diterjang Banjir Bandang

post-top-smn
Bentukan aliran sungai akibat terjangan banjir bandang menarik minat pengunjung

Bentukan aliran sungai akibat terjangan banjir bandang menarik minat pengunjung

Ngawi, SMN – Kawasan wisata kebun teh Jamus, di Desa Girikerto Kecamatan Sine, tak hanya menyimpan pesona keindahan alam. Kawasan wisata ini juga rawan dengan banjir. Buktinya pada 1 Maret silam, kios-kios penjual yang ada di sekitar kawasan Jamus terkena terjangan banjir bandang dari dataran lereng Gunung Lawu yang ada di atasnya.

Sebanyak empat kios milik pedagang rusak parah. Banjir bandang ini juga menghancurkan areal parkir sepanjang 15 meter. Banjir bandang terjadi setelah hujan yang turun selama dua hari mengguyur kawasan Magetan dan Ngawi. Dataran lereng Gunung Lawu merupakan daerah yang rawan dengan longsr dan banjir apalagi saat kemarau silam banyak pohon hutan Lawu yang terbakar.

“Kami sendiri tak menyangka akan datang banjir bandang disertai bebatuan dan material dari atas,” ungkap Imrotus Solihah, salah sat pedagang di Jamus

Kawasan agrowisata kebun teh di Jamus ini merupakan salah satu andalan wiata alam di Ngawi walaupun pengelolaan perkebunan ini ditangani pihak swasta, PT Candiloka. Saat banjir bandang terjadi, bebatuan serta kayu-kayu pohon ikut terangkut turun dan menerjang apa saja yang dilewatinya. Hal ini tentu saja membuat penduduk dan warga Jamus khawatir.

Kawasan Kebun Teh Jamus

Kawasan Kebun Teh Jamus

Walaupun tak ada korban jiwa, namun mereka khawatir hal seperti itu bia terjadi lagi mengingat kerusakan hutan Lawu yang parah akibat kebakaran saat kemarau lalu. “Saya sering ke kawasan kebun teh ini tapi takut juga setelah mendengar banjir bandang sampai sini,” ujar Miftah, pengunjung kawasan agrowisata Jamus.

Sementara itu Gatot Sutrisno, salah satu petugas kawasan wisata Jamus mengaku selalu ada peringatan bagi pengunjung untuk lebih hati-hati saat berkunjung. Ini disebabkan kawasan hutan Gunung Lawu mengalami kerusakan parah akibat kebakaran kemarau. Alhasil, saat musim hujan menjadi rawan banjir dan longsor.

Akibat longsor yang menimpa sebagian lahan di kebun teh ini sampai terbentuk aliran kecil sungai di daerah ini. Pengunjung pun banyak yang penasaran sehingga banyak yang malah mengunjungi lokasi wisata ini. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait