Saturday, 24 August 2019

Breaking News

Investor Terbesar Masih Dari Negara Kawasan Asia

post-top-smn

bkpm Surabaya, SMN – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah merilis sejumlah negara yang menjadi investor atau penanam modal di Indonesia. Dalam data yang diumumkan itu, Cina tercatat sebagai negara yang masuk lima besar dalam deretan negara investor di Indonesia.

“Cina konsisten masuk lima besar sekarang,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis, Selasa (1/11).

Sepanjang triwulan ketiga 2016 atau Juli-September 2016, lima besar negara asal penanaman modal asing (PMA) yakni Singapura (2,2 miliar dolar AS), Jepang (1,6 miliar dolar AS), Cina (600 juta dolar AS), British Virgin Islands (500 juta dolar AS) dan Belanda (500 juta dolar AS).

Ada pun sepanjang periode Januari-September 2016, lima besar negara asal PMA yakni Singapura (7,1 miliar dolar AS), Jepang (4,5 miliar dolar AS), Cina (1,6 miliar dolar AS), Hong Kong (1,6 miliar dolar AS) dan Belanda (1,1 miliar dolar AS).

“Kalau Cina dan Hong Kong ini digabung nilainya masih tetap kalah dari Jepang, tapi mereka konsisten masuk lima besar,” katanya.

Dalam catatan BKPM, Cina baru masuk daftar negara teratas yang menanamkan modal ke Indonesia pada 2016.

Sejak 2011, negara yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia adalah Singapura, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Malaysia, Inggris dan Amerika Serikat.

Namun, posisi negara-negara itu tergeser Cina dan Hong Kong yang belakangan gencar berinvestasi di Tanah Air, terutama di sektor industri pengolahan.

Sebelumnya, BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan ketiga 2016 mencapai Rp155,3 triliun, naik 10,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 140,3 triliun.

Capaian tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 55,6 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 99,7 triliun.

Secara kumulatif atau sepanjang Januari-September 2016, realisasi investasi total mencapai Rp453,4 triliun, naik 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp400 triliun). (mad/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait