Tuesday, 25 June 2019

Inovasi Baru, Kerupuk dari Olahan Sayur dan Buah

post-top-smn
Inovasi kerupuk dari olahan sayur dan buah.

Inovasi kerupuk dari olahan sayur dan buah.

Banyuwangi, SMN – Banyuwangi Festival digelar setiap tahun sejak 2012. Selain mempertunjukkan bermacam gelaran seni dan tradisi, sisi perekonomian Banyuwangi sekaligus diangkat dalam pameran oleh Disperindagtam Banyuwangi.

Sekitar 60 stan UMKM berbagai kuliner, kerajinan dan konveksi berkumpul dalam satu area untuk memamerkan produk unggulan Banyuwangi. Seperti usaha kerupuk berbahan alami milik Eka Kurnia Sari (24), warga Perum Permata Asri Klatak Blok H-3, Kecamatan Kalipuro.

Eka mulai mengikuti pameran saat B-Fest sekitar tiga bulan lalu. Namun ia telah merintis usahanya sejak tahun lalu. Awalnya, ia hanya iseng membuat produksi kerupuk untuk sekedar mengisi waktu luang, sekaligus menyalurkan hobi masak.

Mulanya Eka mencoba membuat kerupuk wortel. Berjalannya waktu, produk Fyanka miliknya memiliki berbagai olahan alami untuk pembuatan kerupuk. Seperti tempe, singkong, bayam, wortel, buah naga dan ikan laut.

“Kalau dari ikan tongkol ya putih gitu hasil krupuknya. Kalau dari buah naga atau wortel kadang warnanya (krupuk) cerah kadang enggak, tergantung buahnya,” ujar Eka kepada Merdeka Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Selain dipasarkan pada pameran Banyuwangi Festival, produk Fyanka sekaligus telah masuk pasar global melalui Banyuwangi-mall.com dan ke beberapa pusat oleh-oleh di Banyuwangi.

Ia mengaku terbantu dengan penjualan dari Banyuwangi-mall.com. Sebab produk buatannya laku hingga Surabaya dan Lombok. Biasanya pembeli memesan produknya berkisar 2 hingga 3 kilogram.

Harga kerupuk mentah dipatok Rp 12 ribu sampai Rp 40 ribu per bungkus dengan varian berat isi. Sedangkan harga kerupuk matang atau siap santap mencapai harga Rp 60 ribu per kilogram.

post-top-smn

Baca berita terkait