Monday, 21 May 2018

Hj Fatma Saifullah Yusuf : Ekonomi Kreatif Perkaya Identitas Nasional

post-top-smn
Bu HJ. Fatma Saifullah Yusuf Sedang Meninjau Salah Satu STAND Pameran

Bu HJ. Fatma Saifullah Yusuf Sedang Meninjau Salah Satu STAND Pameran

Surabaya, SMN – Melalui ekonomi kreatif bisa mendapat dua keuntungan bersamaan, yaitu pertumbuhan ekonomi yang pro rakyat dan penguatan identitas kultural, yang akan memperkaya identitas nasional.

“Oleh karena itu kita harus meningkatkan kemampuan teknologi, tidak hanya tepat guna tapi juga pro-green economy (limbah bisa dimanfaatkan) namun tetap berbasis tradisi budaya dan kreativitas bangsa yang khas dan unik.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Dekranasda Jatim Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf ketika membuka Gelar Kriya Pesona Kota Mojokerto, di Sunrice Mall Kota Mojokerto, Jum’at (18/11).

Menurutnya, ekonomi kreatif tidak hanya sebuah terobosan ide/ gagasan yang akan memunculkan jenis usaha baru.Justru melalui ekonomi kreatif, kesempatan untuk perluas kemampuan (capability expansion) di bidang ekonomi dan sosial budaya.

Di bidang ekonomi, muncul bebagai bentuk usaha mikro, usaha kecil danmenengah, serta berbagai kreativitas yang original dari msyarakat. Tentunya hal ini akan menciptakan lapangan kerja baru, enterpreneur baru dan investasi baru, sehingga menggerakkan roda perekonomian dalam suatu produktivitas da optimisme yang lebih baik.

Sementara dari segi sosial budaya, pertumbuhan eknomi yang lahir karena ekonomi kreatif akan menjadi wahana yang tepat dan menarik, jika mampu memasukkan nilai-nilai budaya.

Dari 17 jenis lapangan usaha, yang masuk dalam kategori ekonomi kreatif, industri fashion dan kerajinan potensinya luar biasa dan paling menonjol dan mendominasi industri kreaif.

Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan ekonomi kreatif, yaitu pertama, intelektual property right protection (ide, inovasi, kreatiivitas, design diproteksi). Kedua, creative mindset. Kurikulum dalam dunia pendidikan harus dirubah supaya pelajar berpikiran lebih terbuka dan kritis, aktif bertanya sehingga muncul budaya kritis. Ketiga, tentang modal. Harus bisa menumbuhkembangkan enterpreneurship dan belajar menghargai inovasi sehingga mampu menarik investor. Kemudian keempat, apresiation, kita harus lebih mencintai, bangga dan memeli produk-produk kreatif bangsa sendiri.

“Kolaborasi untuk mendukung ekonomi kreatif sangat penting, antara seniman pengrajin, dunia industri dan pemerintah harus ditingkatkan, sehingga tercipta sinergitas. Sya harap Dekranasda Kota Mojokerto dapat menjadi wadah bagi faslitator , inisiator, serta katalisator bagi para pengrajin yang ingin mengembangkan usahanya di Kota Mojokerto ini,” harapnya

Kegiatan ‘Gelar Kriya Pesona Kota Mojokerto’ ini merupakan cerminan nasionalisme, bangga sebagai masyarakat Jatim, serta bersedia untuk mencintai dan membeli produk dalam nengeri untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perekonomian dunia saat ini berada pada zona ekonomi baru yang ditandai pesatnya pertumbuhan ekonomi berbasis kreatifitas. Landasan dasar dari konsep ini adala iptek yang disertai kesantunan budaya merupakan input utama dalam mendorong pembangunan eknomi.

Pembangunan ekonomi kreatif menjadi agenda besar bagi suatu negara dalam membangun perekonomian. Menciptakan inovasi dan kreativitas juga merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa. Maka, investment of Huan capital menjadi kebijakan dan program peting dalam meningkatkan porsi kesjahteraan masyarakat secara signifikan.

Pada situasi daerah yang sangat dipengaruhi dinamika ekonomi global, Jatim masih bisa tumbuh cepat, riwulan III th 2016 mencapai 5,57 % dengan capaian PDRB sebesar Tp 1.382,92 Trilliun dan memebrikan kontribusi terhadap PDB nasional 14,95 % terbesar kedua setelah DKI Jakarta.

“Kondisi tersebut tidak lepas dari peran serta 6,8 juta UMKM Jatim yang memebrikan kontribusi 54,98 % terhadap PDRB Jatim th 2015.sekitar 70 % industri Miro, Kecil dan Menengah di Jatim adalah industri kerajinan, salah satuindustri kreaif yang berdaya saing tinggim bahkan audah ada yang menembus pasar luar negeri,” ujarnya

Walikota Mojokerto Drs Mas’ud Yunus mengatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi adalah UKM dan IKM serta koperasi. Menggalakan program pembiayaan usaha syariah kerjs ama dengan Disperindag, Baznas Kota Mojokerto, dan Bank Pembiayaan rakyat Syariah Kota Mojoekrto dan masyarakat ekonomi syariah. Para UKM dan IKM Kota Mojokerto dapat pinjaman modal tanpa bunga, tanpa asuransi, tanpa uang administrasi. Sehingga perkembangan UMKM di Kota Mojokerto terus meningkat hal ini dibuktikand engan bertumbuhan ekonomiyang terus meningkat. Triwulan II sudah mencapai 6,99% kemudian disparitas hanya 0,29 ini berarti antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi terjadi linier, karena yang digarap di kota Mojokerto UKM dan IKM. Oleh karena itu akan terus memberdayakan dan meningkatkan upaya pembinaan UKM dan IKM.

Mengenai manajemen dan teknis, Pemerintah Kota Mojokerto akan terus berupaya meningkatkan manajemen UKM dan IKM dengan kerja sama dari JICA Jepang.

“Melalui kegiatan ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi pengembangan dan kemajuan UKM dan IKM kota Mojokerto,” harapnya.

Bu Fatma, sapaan akrab isteri wakil Gubernur Jatim dengan didampingi Ketua Dekranasda Mojokerto Hj Siti Amsah Mas’ud Yunus meninjau stand Pameranmulai batik, sepatu, aksesoris, makanan ringan, dan produk unggulan lain.

Kepala Dekranasda Kota Mojokerto Rubi Hartoyo menjelaskan, Gelar Kriya Pesona Kota Mojokerto yang digelar selama 3 hari yaitu tgl 18 – 20 nopember dan dikuti 55 stand pameran ini merupakan geyar kriya yang pertama kali dilaksanakan, dan akan dijadwalkan rutin tahunan. Tujuannya memfasilitasi sarana promosi gratis untuk kerajinan daerah Kota Mojokerto, mempertemukan pengrajin dengan buyer, memotivasi perkembangan wira usaha baru, guna mendukung perkembangan perekonomian Kota Mojokerto.

Hadir pula Walikota, Wakil Walikota Mojokerto, Ketua DPRD Kota Mojokerto, Kepala Disperindag Prov Jatim, Kabid UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM, Jajaran Forkopinda Kota Mojokerto, Kepala SKPD di lingkungan Pemkot Mojokerto, dan undangan lainnya. ( Humas Setdaprov Jatim Sil, foto Prigel).

 

post-top-smn

Baca berita terkait