Sunday, 20 May 2018

Heli TNI Hilang, Warga Ngaku Lihat Pesawat Berputar 4 Kali & Meledak

post-top-smn
Ilustrasi Helikopter Milik TNI AD

Ilustrasi Helikopter Milik TNI AD

Kalimantan, SMN – Seorang warga Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara sempat menyaksikan helikopter milik TNI AD yang hilang kontak pada 24 Nopember 2016 berputar-putar sebanyak empat kali sebelum terjadi ledakan. Komandan Kodim 0910 Malinau Letkol Inf Andy Mustafa Akad menyebutkan keberadaan pesawat helikopter jenis Bell 412 EP HA-5166 yang kehilangan kontak tersebut dilaporkan oleh Kepala Desa Long Berang, Kabupaten Malinau bernama Jesli Mugi.

Warga tersebut mengaku sempat melihat helikopter berputar-putar sebanyak empat kali, sebelum terjadi ledakan sangat besar pada Kamis (24/11) sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Sehingga pencarian difokuskan pada area terdengar ledakan itu.

“Ledakan yang dimaksudkan berlangsung ketika pesawat helikopter telah jatuh dalam hutan belantara di Desa Long Berang tersebut,” kata Andy Mustafa, seperti dilansir Antara, Minggu (27/11).

Helikopter yang berangkat dari Bandara Juwata Kota Tarakan itu mengangkut logistik sekitar 400 kilogram tujuan pos pengamanan perbatasan (pamtas) di Tanjung Karya Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

Dandim Malinau itu mengungkapkan, warga yang melihat helikopter berputar-putar dan mendengarkan ledakan itu, sedang mencari kayu bakar di hutan tepatnya di lokasi air terjun Ruab Badak Desa Nansarang, Kecamatan Mentarang Hulu yang dikenal masyarakat setempat sebagai Air Terjun Hantu.

Ia mengungkapkan, Kepala Desa Long Berang (Jesli Mugi) melaporkannya, setelah mendapatkan kabar dari seorang warganya yang melihat helikopter berputar-putar dan meledak tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malinau, Elisa menjelaskan, tim pencarian jalur darat yang terdiri atas aparat TNI, kepolisian, BPBD dan dinas kesehatan setempat mengalami kendala menuju lokasi yang diperkirakan jatuhnya pesawat pada 24 Nopember 2016.

Elisa menjelaskan, tim pencari jalur darat mendirikan posko di Desa Long Sulit Kecamatan Mentarang Hulu yang dianggap lebih dekat dari dugaan lokasi jatuhnya pesawat itu. Ia menambahkan, lokasi yang diperkirakan tempat jatuhnya pesawat tidak dapat dijangkau melalui jalur darat sehingga menggunakan helikopter dengan cara menurunkan tim pencarian menggunakan tali.

“Sampai sekarang tim pencari helikopter jatuh milik TNI AD belum mampu menembus lokasi yang diduga tempat jatuhnya pesawat karena faktor cuaca yang tidak mendukung,” terang Elisa.

Meskipun belum mendapatkan informasi terakhir soal kondisi pencarian hari ini, Elisa mengaku, Sabtu (26/11) sekitar pukul 10.00 waktu setempat tim pencari berusaha menembus hutan belantara.

Namun berbagai langkah yang dilakukan tim pencari jalur darat itu belum dapat menjangkau hutan belantara yang terjal dan curam itu serta jarang dimasuki warga di desa itu. “Cuaca buruk karena seringnya terjadi hujan di daerah itu serta kondisi lokasi yang terjal dan curam menjadi penyebab sulitnya tim pencari menembus hutan belantara di sana,” sebut Elisa.

post-top-smn

Baca berita terkait