Monday, 17 June 2019

Heboh, VCD Bahan Ajar RA di Ngawi Diduga Bajakan

post-top-smn
CD asli dalam keadaan tersampul rapi dan CD bajakan hanya dibungkus plastik

CD asli dalam keadaan tersampul rapi dan CD bajakan hanya dibungkus plastik

Ngawi, SMN – Guru-guru Raudhatul Athfal (RA) di Ngawi dihebohkan dengan beredarnya keping CD bajakan berisi bahan ajar untuk mereka. Bahan ajar dalam CD tersebut persis sama dengan bahan ajar yang disosialisasikan oleh Ikatan Guru RA (IGRA) provinsi Jatim, dalam pertemuan rutin beberapa waktu lalu. Anehnya, kaset CD itu sendiri diduga disebarkan via oknum IGRA di Kabupaten Ngawi. “Kami jadi bingung, sama-sama disuruh membeli dan memang tuntunan bahan ajar itu kita butuhkan ya kami pilih yang asli seandainya kami tahu,” kata salah satu guru RA yang enggan namanya disebut.

Semula banyak guru RA yang tidak tahu bahwa CD yang diedarkan hanyalah hasil memperbanyak secara tidak sah dari penerbit aslinya. Mereka bahkan mengira bahwa CD itulah yang disosialisasikan oleh IGRA provinsi. Setiap RA diminta membeli sebesar Rp 30 ribu untuk dua keping CD berisi bahan ajar semester 1 dan semester 2. Jumlah RA di Ngawi sendiri lebih dari 100 lembaga sampai saat ini. “Kami khawatir juga jadi terseret sebagai pemakai barang bajakan kalau memang ini hasil memperbanyak secara tidak sah,” ujar salah satu guru.

Kaset CD yang diduga plagiat atau membajak CD bahan ajar dari IGRA provinsi Jatim itu membuat semua guru RA di Ngawi kebingungan. CD yang asli dibandrol dengan harga Rp 35 ribu per biji namun kaset CD bajakan dijual dengan harga lebih murah yakni Rp 15 ribu per keping. Namun keping CD yang original terbungkus rapi dalam kootak sampul, sementara yang bajakan hanya dibungkus plastik. Para guru mengaku walaupun harganya lebih murah, namun mereka tak mau membeli kaset bajakan dan tak diajak biaraapapun sebelumnya dengan pengurus IGRA di Ngawi. “Kami jadi khawatir juga dengan mutunya, selama ini kami disuruh membeli dan menurut saja, tidak tahu kalau ada kaset yang original dan ini hanya bajakannya,” ujar seorang guru RA.

Pengurus IGRA wilayah Jatim, Noa, saat dikonfirmasi mengenai keluhan guru-guru RA di Ngawi mengaku telah menerima laporan tentang CD yang diduga bajakan tersebut. Dia juga mengakui ada kaset CD yang disosialisasikan pada IGRA kabupaten namun tak ada paksaan membeli. “Tetapi kalau dibajak atau diplagiat ya tidak boleh, apalagi oleh penerbitnya sudah ada tulisan peringatan begitu besar di cover depan CD yang asli,” ungkap Nova.

Dalam cover kaset VCD yang asli, memang jelas terpampang peringatan untuk tidak mengcopy atau memperbanyak CD tersebut baik sebagian atau keseluruhan isinya. “Kami akan tindak lanjuti laporan ini karena pihak pencetak CD bisa saja tidak terima dan memasalahkan yang membuat nama IGRA seluruh Jatim bisa jelek,” ungkap Nova.

Sanksi yang akan diberikan IGRA Jatim pada oknum yang melakukan jual beli cd plagiat berisi bahan ajar ini belum bisa ditentukan karena menurut Noa masih memerlukan pengecekan ke lapangan dan berkoordinasi dengan pengurus yang lain. Apalagi kepengurusan IGRA di Kabupaten Ngawi sendiri baru berganti dan belum dilantik. “Namun dari seluruh wilayah Jatim ya baru di Ngawi ada yang berani berpraktik seperti ini,” ungkapnya.

Guru-guru RA di Ngawi sendiri akan melancarkan protes mereka secara lebih terbuka pada pertemuan Senin (13/3) agar oknum yang melakukan pembajakan CD bahan ajar itu menghentikan aksinya. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait