Monday, 17 December 2018

Hari Santri, Dzikir Bersama Demi Keutuhan NKRI

post-top-smn
Hari Santri Nasional diperingati secara gegap gempita di Kabupaten Ngawi.

Hari Santri Nasional diperingati secara gegap gempita di Kabupaten Ngawi.

Ngawi, SMN – Rangkaian Hari Santri Nasional diperingati secara gegap gempita di Kabupaten Ngawi. Berlangsung selama tiga hari, rangkaian HSN diisi dengan berbagai kegiatan yang mengasah kemampuan dan kreatifitas santriwan-santriwati di Ngawi.

Rangkaian HSN diantaranya dengan melakukan iarah ke maam tokoh-tokoh Islam di wilayah Ngawi. Hal ini dilakukan demi mengenang dan meneruskan peran mereka dalam menegakkan nilai-nilai Islam, menyebarkan kebaikan danagama Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin.

Hal ini diteruskan dengan doa dan dzikir bersama di Pendapa Wedya Graha pada Jumat malam (20/10) oleh ribuan santri dan ulama. Acara yang berlangsung khidmat tersebut diisi dengan Qotmil Al Qur’an, Tahlil sekaligus kirim do’a kepada para auliya serta ulama pejuang di wilayah Ngawi maupun pada umumnya dan ditutup dengan Mauidhotul Hasanah bersama KH Moch Faruq dari Kediri. “Agenda kegiatan doa dan dzikir ini menjadi satu bagian perayaan hari santri tahun 2017 ini. Tujuanya tidak lain mewujudkan komitmen dan kepeduliannya pada persoalan keagamaan, keumatan dan kebangsaan,” terang Inngam Ketua Panitia HSN Kabupaten Ngawi.

KH Moch Faruq menyampaikan fenomena yang terjadi saat ini, dimana terdapat kegelisahan para kyai NU (Nahdlatul Ulama-red) atas problem-problem keagamaan dan kebangsaan. Terutama adanya indikasi untuk mengikis keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini pula yang membuat  semakin pentingnya berdoa dan dzikir bersama meminta keutuhan bangsa Indonesia terjaga. “Jika para ulama atau kiai sepuh sudah turun gunung, tandanya ada persoalan besar yang menjadi kegelisahan. Sebab para kiai NU konsisten mewujudkan komitmen dan kepeduliannya pada persoalan keagamaan, keumatan dan kebangsaan,” jelas KH Moch Faruq.

Komitmen untuk tetap menjaga keutuhan NKRI itu menjadi salah satu tugas ulama Indonesia saat ini. Diantaranya diupayakan dengan menghadirkan pola kehidupan beragama yang tetap taat, namun tak mengurangkan toleransi, keseimbangan, adil dan mampu menyaring manfaat dari kemajuan aman dan teknologi. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait