Thursday, 21 March 2019

Hari Kelima Banjir, Rel Tanggulangin – Porong Belum Dapat Dilewati KA

post-top-smn
Banjir Merendam Rel Tanggulangin - Porong, Sidoarjo

Banjir Merendam Rel Tanggulangin – Porong, Sidoarjo

Jatim, SMN – Sampai hari kelima Banjir Jalan Raya Porong yang menenggelamkan infrastruktur rel Kereta Api (KA) antara Stasiun Tanggulangin – Stasiun Porong belum surut sehingga  belum dapat dilewati oleh segala kereta.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto di Kantornya Kawasan Stasiun Gubeng Surabaya, Selasa (16/2) sore mengatakan, sampai Selasa (16/2) pukul 14.00 ketinggian air di atas bantalan rel Porong masih 40 cm. Rel bisa dilewati kereta jika ketinggian air diatas bantalan rel maksimal 9 Cm.

Sejak banjir melanda raya Porong mulai Kamis (11/2)  rel kereta api di kawasan itu memang tidak bisa dilewati KA karena terendam air. Hingga kemarin, PT KAI terus berusaha meninggikan rel tersebut dengan menggerojok batu kricak di atas bantalan.rel.

Jajarannya tidak hanya menunggu air surut, tetapi juga mengoperasikan enam gerbong batu kricak telah digerojok di atas bantalan konstruksi rel agar rel bisa lebih tinggi. Ribuan ton batu tersebut ditebar sepanjang 700 meter di lokasi rel terbenam. “Setiap hari ada enam kereta batu kricak yang diterjunkan untuk memadatkan rel yang tergenang air,” ujarnya.

PT KAI Daop 8 Surabaya memang telah menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (Amus) apalagi pada musim penghujan. Amus  untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor yang bisa menganggu perjalanan kereta api. Amus yang disiapkan terdiri  dari balas kricak atau pecahan batu kecil, bantalan rel, dan leger jembatan atau jembatan darurat dan telah disiagakan disetiap stasiun yang dekat dengan rawan bencana.

Dijelaskan Suprapto, dengan bencana banjir yang menenggelamkan rel antara Stasiun Tanggulangin-Stasiun Porong tersebut berdampak terganggunya perjalanan kereta karena tidak bisa beroprasinya beberapa KA. Diantaranya KA dengan relasi Surabaya – Banyuwangi, Surabaya-Blitar dan Surabaya –Malang . Dengan tidak bisanya beroperasi kereta-kereta tersebut banyak kerugian yang harus ditanggung oleh PT KAI.

Kata Suprapto, ada beberapa kerugian yang akibat banjir di Porong Sidoarjo diantaranya yang pasti potensi kerugian pendapatan, yakni kehilangan pendapatan dari 30 kereta (di luar kereta BBM) yang terganggu perjalanannya. Kemudian kerugian karena harus mengeluarkan biaya sewa bus untuk menjemput dan mengantar penumpang yang jurusan keretanya harus berubah. Setiap hari PT KAI Daop 8 menyediakan 10 bus, 5 bus disiapkan Sistasiun Sidoarjo dan 5 bus disiagakan di Stasiun Bangil

Kerugian lainnya adalah potensi keterlambatan membuat PT KAI mengalokasikan service recovery berupa minuman maupun makanan ringan. PT KAI masih menghitung pengeluaran lain-lain yang masuk dalam kerugian

Hingga kini, delapan KA Penataran jurusan Surabaya-Malang-Blitar PP masih dibatalkan. Sementara itu, enam KA lokal Komuter Surabaya-Sidoarjo (tujuan akhir Stasiun Porong) PP berhenti di Stasiun Tanggulangin. Selebihnya, jurusan kereta diperpendek dari Stasiun Sidoarjo maupun Gubeng dan sebagian lagi memutar arah kereta. (kominfo Jatim)

post-top-smn

Baca berita terkait