Tuesday, 19 March 2019

Hari Ini, Sistem Ganjil Genap Resmi Berlaku di Jakarta

post-top-smn

ganjil genap Jakarta, SMN – Pembatasan kendaraan bermotor dengan sistem pelat ganjil genap akan berlaku resmi hari ini, Selasa (30/8/2016). Nantinya, pengendara yang melanggar peraturan tersebut akan langsung ditilang.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Syamsul Bahri mengatakan, sanksi untuk pelanggar peraturan itu merujuk pada pelanggaran tanda nomor kendaraan bermotor seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Pasal 280 junctho 68 ayat 1 tentang TNKB. Kan ganjil genap ini berhubungan dengan pelat nomor,” kata Syamsul di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (29/8/2016) kemarin.

Menurut Syamsul, pembayaran denda maksimal Rp 500.000 akan dilakukan setelah putusan pengadilan. Ia mengatakan, bisa saja nantinya denda berkurang ataupun dihapuskan.

“Tergantung putusan pengadilan,” ujar Syamsul.

Pemberlakuan sanski dilakukan setelah berakhirnya masa uji coba dari 27 Juli hingga 26 Agustus 2016. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan peraturan yang menjadi acuan penerapan kebijakan itu, yakni Peraturan Gubernur Nomor 164 Tahun 2016 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Isi Pergub sama dengan yang disosialisasikan selama ini, yakni pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil genap akan diberlakukan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalam Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Subroto (persimpangan Jalan HR Rasuna Said sampai Gerbang Pemuda) dari Senin sampai Jumat, tepatnya pada pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB.

Kebijakan itu tidak berlaku pada hari Sabtu-Minggu atau hari libur nasional. Ada sejumlah kendaraan yang tidak terkena peraturan tersebut, yaitu mobil dinas Presiden RI, Wakil Presiden RI, pejabat lembaga tinggi negara dengan pelat RI beserta kendaraan pengawalnya.

Selain itu, kendaraan dinas instansi pemerintah, mobil pemadam kebakaran, mobil ambulans, mobil angkutan umum (pelat kuning), angkutan barang dan sepeda motor.

Meski angkutan barang dan sepeda motor diboleh melintas tetapi sejumlah catatan yang diberikan. Mobil barang diperbolehkan melintas asal tidak menyalahi waktu izin melintas sesuai yang diterapkan dalam Peraturan Gubernr Nomor 5148 Tahun 1999 tentang penetapan waktu larangan melintas bagi mobil barang.

Demikian pula sepeda motor. Kendaraan roda dua ini diperkenankan melintas kecuali di jalan-jalan yang menjadi lokasi pelarangannya, yakni Jalan Medan Merdeka Barat dan Thamrin.

Nomor pelat ganjil atau genap dilihat dari angka paling belakang yang ada pada pelat nomor polisi kendaraan. Secara teknis, pembatasan kendaraan dengan sistem pelat ganjil-genap akan dilakukan dengan hanya memperbolehkan kendaraan dengan pelat genap melintas pada tanggal genap. Sebaliknya, kendaraan dengan pelat ganjil hanya diperbolehkan melintas pada tanggal ganjil.

Dinas Perhubungan dan Transportasi DKi Jakarta bersama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pun sudah menyiapkan jalan alternatif bagi pengguna mobil yang ingin menghindari kawasan ganjil genap.

Adapaun rute-rutenya sebagai berikut:

  • Kendaraan dari arah timur (Pancoran) yang hendak mengarah ke barat dapat melalui jalan Jalan Gatot Subroto -Jalan HR. Rasuna Said – Jalan Dr Satrio – Jalan Mas Mansyur – Jalan Pejompongan – Jalan Penjernihan – Jalan Gatot Subroto – Jalan S. Parman/Slipi dan seterusnya.
  • Kendaraan dari arah barat (Slipi) yang hendak mengarah ke timur atau selatan dapat melalui Jalan Gatot Subroto – Jalan Penjernihan – Jalan Pejompongan – Jalan Mas Mansyur – Jalan Dr. Satrio – Jalan HR Rasuna Said – Jalan Gatot Soebroto/Jalan Kapten Tendean dan Seterusnya.
  • Kendaraan dari arah selatan (Blok M) yang hendak mengarah ke utara dapat melalui Jalan Paninma Polim – Jalan Bulungan – Jalan Patiunus II – Jalan Hamengku Buwono 10 – Jalan Hang Lekir – Jalan Asia Afrika II – GeIora Tentara Pelajar – Jalan Penjernihan – Jalan KH. Mas Mansyur – Jalan Cideng Barat/Cideng Timur – Jalan Abdul Muis – Jalan Majapahit dan seterusnya.
  • Kendaraan dari arah utara (Harmoni) yang hendak mengarah ke selatan dapat melalui JI. Gajah Mada/Hayam Wuruk – Jalan Ir. Haji Juanda – Jalan Veteran 3 II – Jalan Medan Merdeka Utara – Jalan Perwira – Jalan Lap. Banteng Barat – Jalan Pejambon – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Ridwan Rais – Jalan Prapatan- Jalan Abdul Rahman Hakim (Tugu Tani) – Jalan Menteng Raya – Jalan Cut Mutia – Jalan Teuku Umar – Jalan SamratulangiI – Jalan HOS Cokroaminoto – Jalan HR Rasuna Said – Jalan Gatot Soebroto dan seterusnya.(kmp)
post-top-smn

Baca berita terkait