Sunday, 21 October 2018

Harga Terkendali, Oktober 2016 Jatim Deflasi 0,14 persen

post-top-smn

deflasi Surabaya, SMN – Harga berbagai komoditi di daerah Jawa Timur cukup terkendali. Hal ini menjadikan Jawa Timur pada Oktober 2016 mengalami deflasi 0,14 persen.

Kepala badan pusat statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, saat jumpa Pers di kantornya jln Kendangsari Industri, Surabaya, Selasa (1/11) mengatakan dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, semua kota mengalami deflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Jember yakni sebesar 0,26 persen. Diikuti Kota Probolinggo  0,21 persen, Malang 0,20 persen, Kabupaten Banyuwangi 0,18 persen, Kota Surabaya 0,10 persen, Kota Kediri 0,08 persen, Kota  Madiun 0,07 persen dan juga di Kabupaten Sumenep dengan angka deflasi paling rendah yakni 0,05 persen.

Sementara dilihat dari tujuh kelompok pengeluaran, tiga kelompok mengalami deflasi dan empat kelompok mengalami inflasi. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi tertinggi adalah kelompok bahan makanan yakni 1,24 persen, diikuti kelompok sandang 0,78 persen dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,51 persen, kelompok kesehatan 0,47 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga  0,22 persen, dan inflasi terendah terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,18 persen.

Untuk komoditas, yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah turunnya harga bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, tarif pulsa telepon seluler, telur ayam ras, kentang, semen, apel, jeruk, dan wortel. Sementara komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah naiknya tarif listrik, cabai merah, sewa rumah, pasir, kontrak rumah, upah pembantu rumah tangga, sawi hijau, rokok kretek filter, bayam, dan kue kering berminyak.

Dari 6 ibukota provinsi di Pulau Jawa, lima kota terjadi inflasi dan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jakarta 0,25 persen, diikuti Kota Serang 0,17 persen, Kota Bandung 0,14 persen, Kota Semarang 0,06 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Yogyakarta  0,05 persen. Sedangkan deflasi terjadi di Kota Surabaya  0,10 persen.

Dari 82 kota IHK nasional, 48 kota yang mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga yakni 1,32 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong yakni 1,10 persen.

Dikatakan Teguh, laju inflasi tahun kalender pada Oktober 2016 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 1,82 persen, angka ini lebih rendah dibanding tahun kalender Oktober 2015 yang mengalami inflasi 2,16 persen. Inflasi year-on-year Oktober 2016 Jawa Timur 2,74 persen, dan angka ini lebih rendah dibanding inflasi year-on-year Oktober 2015  6,03 persen.(ryo/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait