Monday, 19 November 2018

Gus Ipul : Sikap Toleransi Para Pemuka Agama Harus Dikembangkan

post-top-smn
wagub jatim saifullah yusuf hadiri seminar wawasan nusantara bersama asosiasi pendeta indonesia di gereja maranatha surabaya selasa siang

wagub jatim saifullah yusuf hadiri seminar wawasan nusantara bersama asosiasi pendeta indonesia di gereja maranatha surabaya selasa siang.

 Surabaya, SMN – Para pemuka agama punya pekerjaan rumah untuk bisa memberikan suatu pembelajaran kepada umat. Sikap toleransi harus terus dikembangkan, saling pengertian, saling menghargai dan saling menghormati melalui komunikasi yang makin intensif. Beda keyakinan merupakan keragaman, tidak boleh dimaki-maki, hal itu tidak pantas, dan bisa menimbulkan ketegangan.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf yang lebih akrab disapa Gus Ipul pada Seminar Wawasan Nusantara yang digelar DPD Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Jatim, di Aula Gereja Maranatha, Jl Yos Sudarso 2-4 Surabaya, Selasa (17/1) lalu.

Menurutnya, karena situasi politik yang membuat pengelompokan masyarakat nampak makin renggang , dan saling pengertian sedikit berkurang. Padahal, semua ajaran agama di Indonesia mengembangkan toleransi, saling menghormati keyakinan agama lain. Oleh karena itu para pemuka agama harus mengajarkan saling menghormati / toleransi dalam keberagaman, tetap bisa membimbing umat dengan baik sehingga Jatim aman dan nyaman

Yang harus dilakukan kedepan,  para pemuka agama harus lebih sering  komunikasi ke dalam dan keluar, dengan sering mengadakan pertemuan-pertemuan (kopy darat). Hal ini penting untuk mensosialisasikan pandangan-pandangan yang seusai dengan konteks dan bisa saling mengingatkan. Pemerintah harus bisa menjadi suatu institusi dalam mengambil keputusan dan mampu menjaga keseimbangan. Pemerintah bekerja, para pemuka agama juga bekerja.

“Kita harus memberi pengertian kepada generasi muda bimbingan rohani/ motivasi secara khusus. Dalam perspektif yang lebih jauh bisa bertindak intoleransi dan ikut pandangan radikal.  Hal-hal seperti itu merupakan Pekerjaan rumah bagi kita semua. Generasi muda perlu dibimbing supaya mampu menjadi penjaga kegeragaman NKRI. Mayoritas bangsa tidak ingi menyelesaikan masalah dengan menggunakan kekerasan,” ujarnya.

Masalah kesenjangan sosial merupakan pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama, baik oleh pemerintah maupun pemuka agama. “Saya bersyukur para pemuka agama termasuk pendeta mau terlibat secara aktif merasa terpanggil dengan mengadakan pertemuan (copy darat) seperti ini” imbuhnya.

Ketua DPD API Jatim  Ir Djoni Setiono SH  mengatakan, sesuai dengan seminar yang mengangkat sub tema “Para Pendeta Mencari Pemimpin Jatim “ ini mengharapkan pimpinan Jatim menjadi partner dari organisasi API Jatim.

Para peserta seminar yang diikuti 180 orang pendeta dari 23 DPC API se Jatim ini mengharap pemerintah ada keseimbangan dalam menangani permasalahan agama.

post-top-smn

Baca berita terkait