Sunday, 20 May 2018

Gus Ipul: Petani Berperan Wujudkan Swasembada Pangan

post-top-smn
 Wagub Jatim hadiri Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura di Bendungan Selorejo Malang

Wagub Jatim hadiri Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan dan Holtikultura di Bendungan Selorejo Malang

Surabaya, SMN – Petani punya peran besar dalam mewujudkan swasembada pangan. Untuk itu, kepada para petani, apresiasi sebesar-besarnya dihaturkan sehingga Jatim mampu memenuhi target dan kebutuhan pangan nasional. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Kompleks Wisata Waduk Selorejo, Kec. Ngantang, Kabupaten Malang, Rabu (19/10).

“Negara yang kuat adalah yang kuat ketahanan pangan. Bung karno pernah mengatakan food is weapon. Siapa yang menguasai ketahanan pangan, dia yang akan menang. Untuk menciptakan ketahanan pangan, petani yang di depan. Menurut data, beras di Jatim surplus 4,49 juta ton dan jagung 3,4 juta ton. Jadi kita surplus karena petani dan gapoktannya hebat dan bekerja dengan baik sehingga hasilnya baik. Ini rasa hormat saya kepada petani yang hebat,” ujar Gus Ipul sapaan akrabnya.

Gus Ipul juga mengingatkan petani agar mewaspadai perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini. “Yang harus diwaspadai cuaca sekarang yang kadang hujan kadang panas. Perubahan cuaca ekstrem ini bawa dampak terhadap yang kita tanam. Ini yang harus kita waspadai. Termasuk bagaimana kita pilih bibit yang unggul agar tanaman kita kuat,” pesannya.

Ia melaporkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka tetap Tahun 2015 terhadap produksi komoditas utama meningkat. Terjadi kenaikan sebanyak 757.918 ton (6,1 persen) pada Angka tetap (ATAP) 2015 produksi padi Prov. Jatim mencapai 13.154.967 ton gabah kering giling. Kontribusi terhadap nasional sebesar mencapai 17,45 persen. Untuk produksi jagung mencapai 6.131.163 ton, pipil kering naik sebesar 393.781 ton (6,86 persen) dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 31,26 persen. Sedangkan produksi kedelai mencapai 344.998 ton biji kering dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 35,82 persen.

Sementara, proyeksi sasaran luas tambah tanam (LTT) padi sesuai pakta integritas tingkat nasional provinsi Jatim sebesar 2.282.304 hektar. Sampai dengan 30 September 2016, realisasi LTT padi telah tercapai 2.370.710 hektar atau 104 persen. Ini berarti dicapai angka positif atau surplus 88.406 hektar dari angka target pakta integritas tingkat nasional.

Untuk mencapai sasaran produksi tanaman, salah satu strategi yang dilakukan adalah meningkatkan produktivitas dan produksi melalui penggunaan benih varietas unggul bersertifikat. Selain itu, sistem Tanam Jajar Legowo dan pergirilan varietas dilakukan untuk menekan gagal panen karea serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Ia menambahkan, untuk meningkatkan benih varietas unggul dan berkembangnya jaringan pasar benih serta produk segar dan olahan pertanian, Provinsi Jatim berusaha keras menekan laju produk pertumbuhan pertanian impor. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Di akhir, ia berharap melalui kegiatan gebyar perbenihan ini dapat meningkatkan semangat para petani. ”Saya berharap petani semakin bersemangat untuk selalu menggunakan benih bermutu varietas unggul sehingga dapat mewujudkan Good Agricultural Practices (GAP) dan tidak bergantung pada produk impor”, tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Dr. Ir. Wibowo Ekoputro, MMT menyampaikan bahwa Pemprov Jatim melalui Dinas Pertanian menyelenggarakan acara ini untuk memberikan pelatihan kepada petani tentang varietas tanaman dalam menghadapi anomali iklim dan mengenalkan varietas baru kepada petani untuk selanjutnya dikembangkan di masing-masing kabupaten.

 Wagub Jatim Panen Padi di Desa Pulungan Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang

Wagub Jatim Panen Padi di Desa Pulungan Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang

Ia menambahkan, peningkatan produksi benih di Jatim menunjukkan tren positif. “Tuntutan kebutuhan pangan nasional terus meningkat. Target yang ditetapkan Menteri pertanian untuk Luas Tanan Padi 2015 Oktober sampai September 2016 dari target 2.282.304 hektar telah tercapai 2.376.962 hektar. Jatim surplus 94.658 hektar. Benih bermutu di Jatim punya andil yang cukup besar, dimana 27,86 persen dari produksi benih nasional untuk padi berasal dari Jatim, untuk benih jagung sebesar 95,19 persen berasal dari Jatim dan 33,70 persen kedelai nasional berasal dari Jatim”, jelasnya.

Acara Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura sebagai bagian dalam Peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim ke-71. Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Malang, Drs. H. Muh. Sanusi, MM serta serta kurang lebih 3.500 petani dari beberapa wilayah kab/kota di Provinsi Jatim. Dalam kesempatan ini, Wagub Jatim berkesempatan memberikan hadiah kepada pemenang Lomba Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikutura Provinsi Jatim.

Usai menghadiri acara gebyar perbenihan di Selorejo, Gus Ipul berkenan melakukan panen padi sistem tanam “Jajar Legowo” bersama para petani dan gapoktan di Desa Pulungan Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Gus Ipul melakukan panen bersama Muspika di Kecamatan Tumpang. Usai panen raya, Gus Ipul melakukan dialog dengan para petani dan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani “Karya Tani” dalam acara Pertemuan Rencana Tindak Lanjut Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Padi Skala Luas. Dalam pertemuan ini Gus Ipul kembali mengapresiasi atas kerja keras petani dan memberikan semangat pada petani agar bisa terus bekerja keras demi mewujudkan swasembada pangan di Jatim. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait