Monday, 19 November 2018

Gus Ipul: Perusahaan Harus Mampu Kembangkan Sumber Daya Dalam Negeri

post-top-smn
mentri perindustrian dgn diampingi wagub jatim melakukan penanaman pohon di PT. Arwana Mojosari mojokerto

Menteri perindustrian dengan diampingi Wagub Jatim melakukan penanaman pohon di PT. Arwana Mojosari Mojokerto

Mojokerto, SMN – Drs. H. Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim mengapresiasi perusahaan yang menggunakan sumber daya dalam negeri, baik tenaga kerja lokal maupun bahan baku. Selain mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, langkah tersebut juga mampu mengembangkan potensi dalam negeri sehingga dapat bersaing dengan kompetitor luar negeri. Hal ini disampaikannya usai mendampingi Menteri Perindustrian RI meresmikan Plant V PT. Arwana Citramulia Tbk di Mojosari, Kab. Mojokerto, Senin (9/1).

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, dalam kondisi perekonomian global yang belum pulih, pasar dalam negeri yang sangat besar merupakan potensi yang harus terus-menerus dikembangkan sehingga upaya-upaya percepatan pembangunan ekonomi dapat terus dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar perekonomian dapat memberikan dampak sosial yang lebih baik bagi masyarakat sehingga masalah-masalah kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan kesehatan dapat diminimalisasi.

“Oleh karena itu, saya berharap dengan peresmian pabrik ke-V PT. Arwana Citramulia di Kab. Mojokerto ini dapat menumbuhkan perekonomian Jawa Timur lebih baik sehingga meningkatkan pertumbuhan industri Nasional maupun Jawa Timur. Saya juga mengapresiasi PT. Arwana Citramulia yang memiliki kepedulian tinggi pada masyarakat sekitar, baik di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini di Jatim terdapat 250 industri keramik, yang terdiri dari 229 industri kecil dan menengah (IKM) dan 21 industri besar (IB). Industri kecil dan menengah keramik umumnya memproduksi produk tera cota/tanah bakar, produk stoneware/porselen, dan produk gypsum. Sedangkan industri besar keramik umumnya memproduksi produk ubin dan sanitari.

Dalam upaya meningkatkan daya saing industri keramik, pelaku usaha diharapkan terus melakukan evaluasi dan membangun kreativitas agar efisiensi dan produktifitas yang menjadi prasyarat dalam memenangkan kompetisi di pasar regional dan global dapat dicapai.

Ia menambahkan, dalam era kompetisi pasar global saat ini, ditambah lagi dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean, beberapa industri nasional tidak terkecuali di Jawa Timur dituntut untuk melakukan efisiensi. Pelaku usaha dan industri harus terus menerus melakukan peningkatan nilai tambah dan daya saing produk di pasar domestik, regional maupun ekspor.

Terkait isu tenaga kerja asing illegal, ia akan mengajak kerjasama serikat pekerja dan perusahaan untuk ikut mengawasi. “Kalau masuknya lewat Juanda kami bisa memantau, tapi banyak dari tenaga kerja asing illegal ini masuk lewat wilayah lain, provinsi lain. Ini yang kami sulit mengecek,” katanya.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Arwana Citramulia Tbk, Laksamana TNI (purn) Marsetio, mengatakan, dari hampir 40 perusahaan keramik yang ada di indonesia, PT Arwana Citramulia merupakan perusahaan nomer 3 terbesar di Indonesia, dan saat ini nomer 9 di dunia. Menurutnya, ini merupakan plant kelima dimana plant 1 di tangerang, plant 2 di Serang Banten, plant 3 di Gresik, plant 4 di Ogan Ilir dan kelima di Mojokerto. Luas plan V ini kurang lebih 8 hektar dengan nilai investasi lebih dari 300 milyar. Plant V ini juga menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Ia menambahkan, peralatan yang ada disini merupakan peralatan termodern se-Asia Pasifik yang berasal dari italia.

Sementara itu, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI, mengapresiasi pendirian pabrik ini karena industri keramik merupakan industri andalan di Indonesia, dengan bahan baku dan proses produksi berasal dari dalam negeri. “Kita ini bangsa pemenang. Mari kita dorong industri indonesia menjadi pemenang di dunia. Karena kita punya daya saing yang kuat,” katanya.

Ia mengatakan, industri manufaktur merupakan penopang ekonomi dan berkontribusi 19 persen dari sektor lainnya. Negara bisa menjadi negara industri bila kontribusi sektor industri dapat mencapai 28-29 persen.  Menurutnya, saat ini potensi keramik per kapita masih rendah dari negara lain, dimana Indonesia masih di bawah 3 meter persegi. Pemerintah berharap kondisi ekonomi nasional di 2017 membaik sehingga bisa mendorong sektor investasi.

Kementerian Perindustrian, lanjutnya, juga menargetkan ekspansi bisnis yang telah ada, dimana pengusaha yang sudah ada di indonesia kemudian didorong ekspansi di indonesia. Ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.  “Kami juga mendorong perusahaan menggunakan platform internet sehingga ada efisiensi tinggi. Pemerintah mendorong industri keramik agar bisa bersaing dengan program impor dengan penerapan SNI wajib. Kami juga mendorong pelatihan magang bagi sekolah SMK di sekitar mojokerto,” katanya.

Di akhir, ia memberikan penghargaan bagi Pemprov Jatim karena merupakan provinsi industri terkemuka di indonesia. Semoga dengan pengoperasian pabrik ini dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi tak hanya Jatim tapi juga nasional.

post-top-smn

Baca berita terkait