Wednesday, 17 October 2018

Gus Ipul: Pemilu AS Gambaran Proses Demokrasi Untuk Rakyat

post-top-smn
Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H .Saifullah Yusuf Memberi Sambuntan pada acara Election 2016 Open Hause di Konjen Amerika Serikat

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H .Saifullah Yusuf Memberi Sambuntan pada acara Election 2016 Open Hause di Konjen Amerika Serikat

Surabaya, SMN – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sama-sama mempercayai bahwa demokrasi adalah jalan terbaik untuk menyejahterakan rakyat. Demokrasi merupakan jalan menyelesaikan masalah dan perbedaan. Untuk itu, proses pemilu yang sedang berlangsung di AS kali ini merupakan bagian proses demokrasi untuk rakyat yang harus dihormati. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Election Open House di Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Rabu (9/11).

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim, menyambut sangat gembira proses penyelenggaraan Pemilu di AS. Menurutnya, demokrasi di AS menjadi model dan inspirasi banyak negara. Dimana kompetisi sekeras apapun akan ditentukan oleh hasil akhir dalam pemilihan suara atau voting.

Ia mengatakan, siapapun Presiden AS yang nantinya terpilih, tidak akan mengganggu hubungan antara Indonesia dan AS. Ia pun percaya hal ini justru akan memperkuat hubungan kedua negara. “Saya sangat menyambut gembira proses demokrasi ini. Apapun hasilnya, siapa nantinya Presiden yang akan terpilih, itu harus kita terima, kita hargai dan kita hormati,” ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, Pemilu AS kali ini sangat menarik. Dimana pemilu sebelumnya orang dengan mudah memprediksi siapa pemenang pemilu berdasarkan perhitungan sementara, akan tetapi berbeda dengan pemilu kali ini. “Sejak awal hasil kandidat tahun ini sangat ketat. Tapi kita tunggu saja sampai hasil akhir diputuskan siapa pemenangnya. Tapi ya inilah gambaran betapa indahnya proses demokrasi”, ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia mengucapkan selamat kepada warga negara AS yang sedang menyelenggarakan pesta demokrasi. Ia berharap pemilu kali ini akan menjadi sebuah pembelajaran proses demokrasi bersama antara AS dan Indonesia.

Sementara itu, Konsul Jenderal AS di Surabaya, Heather Variava menyampaikan terimakasih atas perhatian masyarakat Indonesia yang sejak pagi telah hadir menyaksikan hasil pemungutan suara. Kehadiran Wagub Jatim sendiri menurutnya sebagai gambaran kemitraan dan hubungan baik yang terjalin anatara AS dan Indonesia. “Kami sangat senang bisa merasakan proses demokrasi di Indonesia. Kita semua tahu bahwa AS dan Indonesia merupakan negara demokrasi. Proses penghitungan suara belum usai, tapi kita semua harus menunggu sampai hasil akhir nantinya. Siapapun Presiden AS yang nanti terpilih, kemitraan antara Indonesia dan AS tidak akan berubah.,” ujarnya.

Menurut Heather, proses demokrasi di AS sudah berjalan lebih dari 200 tahun. Ia pun bercerita singkat soal sistem pemilu di negaranya dimana sistem Pemilu dan Pilpres diatur di masing-masing negara bagian. Termasuk soal Electoral College. “Sistem ini mulai dibangun dua tahun yang lalu untuk memastikan masing-masing negara bagian punya suara dalam pemilu. Sistem ini juga memberikan kesempatan bagi negara bagian yang kecil untuk memiliki suara atau kekuasaan. Di kebanyakan negara bagian, Electoral College (elector) memberikan suara mereka berdasarkan suara mayoritas pemilih di negara bagian meraka. Elector memilih di negara bagian mereka pada 15 Desember dan Kongres secara resmi menghitung hasilnya pada Januari.,” katanya.

Pemilihan Presiden AS kali ini diikuti dua kandidat yakni Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat. Hingga kini proses penghitungan suara belum selesai dan masih terus berlangsung. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait