Thursday, 13 December 2018

Gus Ipul Minta NU Optimalkan Lembaga Pendidikan

post-top-smn
Wakil Gubernur Prov Jatim Memberikan Sambutan Hangat  Di Acara Pelantikan Penggurus Cabang NU Di Masjid Agung Gresik

Wakil Gubernur Prov Jatim Memberikan Sambutan Hangat Di Acara Pelantikan Penggurus Cabang NU Di Masjid Agung Gresik

Gresik, SMN – Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf minta Nahdlatul Ulama (NU) untuk lebih mengoptimalkan Lembaga Pendidikan atau LP. Pasalnya, berawal dari LP  itulah kader-kader NU dididik dan dipersiapkan sebagai generasi yang menjadi calon pemimpin bangsa.

“Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) harus mampu mengoptimalkan pendidikan di semua tingkatan, mulai dari PAUD, Madin, lingkungan Ponpes sampai Perguruan Tinggi” kata Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim saat Pelantikan Pengurus Cabang (PCNU) Kab. Gresik masa khidmat 2016-2021di Masjid Agung Gresik, Senin (25/7) malam.

Gus Ipul mengatakan, optimalisasi LP sangatlah penting di era globalisasi sekarang. Pasalnya, di era yang serba digital tersebut, peran manusia akan semakin berkurang dan digantikan oleh robot. Karena itu, LP NU diharapkan mampu memberikan pendidikan yang baik dan update teknologi agar SDM yang lahir dari LP NU dapat mengikuti perkembangan jaman.

“Jadi disamping pendidikan agamanya diperkuat, lembaga-lembaga pendidikan juga harus meningkatkan teknologinya, fasilitasnya, cara mengajarnya, dan kualitas guru dan dosennya. Kita percaya lembaga-lembaga pendidikan NU mampu memberikan proses belajar mengajar yg baik dan dibutuhkan pada era masa kini” katanya.

Ditambahkan, optimalisasi LP akan berkontribusi besar bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, dan Jatim pada khususnya. Pasalnya, LP Ma’arif NU sangat banyak jumlahnya. Gus Ipul mencontohkan, di Kab. Gresik misalnya, terdapat 1.400 sekolah milik LP Ma’arif NU. Jumlah tersebut mengalahkan sekolah milik pemerintah yang berjumlah sekitar 500.

“1.400 itu belum termasuk ponpes, Madin, dan TPQ-TPQ nya. Jika itu mampu dioptimalkan dengan baik, maka akan berdampak besar bagi kemajuan pendidikan dan kualitas generasi penerus kita”  tambahnya.

 

Makmurkan Masjid NU

Selain Lembaga Pendidikan, Gus Ipul juga minta NU untuk memakmurkan masjid-masjid milik NU. Menurutnya, masjid harus dijadikan pusat kegiatan masyarakat, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), majelis taklim, majelis dzikir, didirikan koperasi, dan menghadirkan pelayanan dibidang kesehatan.

“Jangan sampai masjid hanya makmur ketika sholat lima waktu saja, masjid harus menjadi pusat peradaban dan pengembangan NU. Animo pemuda untuk datang ke masjid, lanjut Gus Ipul, harus dimanfaatkan oleh NU agar Islam di negara kita makin kuat, dan generasi muda dapat belajar dan menerima informasi yang benar soal Islam” katanya.

Selain itu, Gus Ipul juga minta NU memanfaatkan media sosial agar masyarakat luas dapat mengetahui dan memahami akidah-akidah NU yang benar. “NU memerlukan media sosial untuk meluruskan atau narasi balik terhadap pihak-pihak yang memutar balikkan fakta atau yang menyudutkan NU” ujarnya.

Tak hanya itu, NU juga diharapkan terus bekerjasama dengan pemerintah dalam rangka mengatasi berbagai persoalan bangsa, contohnya problem kemiskinan. “Tingkat kemiskinan di Jatim mencapai 11,85%, artinya ada 4,7 juta jiwa masyarakat yang masuk kategori sangat miskin” katanya.

“Upaya meningkatkan kesejahteraan mereka adalah dengan memperbaiki rumah tidak layak huni, tidak ada air bersih, dan sanitasi. Pelayanan kesehatan dan pendidikan mereka harus ditingkatkan. Disitulah LP NU dapat mengambil peran” pungkasnya.

 

PCNU Gresik Siap Laksanakan Amanat Konferensi 2016

Sementara itu, Ketua PCNU Gresik, KH. Husnan Ali mengatakan, setelah dilantik, pihaknya bersama segenap pengurus PCNU Kab. Gresik siap melaksanakan amanat dalam konferensi PCNU Kab. Gresik pada 21 Agustus 2016 lalu. Salah satunya, berjuang demi tegaknya Islam dan NKRI.

“Pelantikan ini bukan sekedar untuk menunjukkan kepada pemerintah dan masyarakat luas bahwa kepengurusan baru di PCNU Kab. Gresik sudah ada. Tapi lebih dari itu, ini merupakan ikrar kesanggupan dari segenap pengurus untuk menyatukan pikiran, gerakan dan perjuangan sesuai amanat konferensi tanggal 21 Agustus 2016 lalu” katanya.

Husnan menambahkan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah melaksanakan musyawarah kerja serta menyempurnakan lembaga sebagai ujung tombak pelaksanaan program. “Kami akan mengawalinya dengan seminar di akhir bulan ini untuk mendapat penerangan dan masukan demi mematangkan program-program kami kedepan” pungkasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait